Berjuang Padamkan Api, Relawan Karhutla Kotim Sesak Napas dan Pingsan, Dilarikan ke IGD

IST/BERITASAMPIT - Relawan Karhutla Kotim yang dilarikan ke RS setelah pingsan berjuang memadamkan api.

SAMPIT – Intensitas penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten (Kotim) mulai berdampak terhadap kondisi fisik para relawan dan petugas di lapangan.

Seorang relawan bernama Rizki Mubarrak dilaporkan mengalami sesak napas hingga pingsan saat berada di lokasi penanganan Karhutla di Jalan HM Arsyad Km 4, Sampit, Rabu 19 Agustus 2026 sore.

Informasi tersebut beredar melalui grup komunikasi BPBD Kotim. Dalam informasi itu disebutkan Rizki kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis di IGD RSUD dr Murjani Sampit.

“Alhamdulillah saat ini kondisinya sudah stabil, namun masih dalam penanganan di IGD RS Murjani,” demikian informasi yang beredar.

Seluruh relawan dan petugas yang terlibat dalam penanganan Karhutla juga diingatkan untuk tetap menjaga dan keselamatan selama menjalankan tugas.

Kondisi ini menjadi perhatian di tengah tingginya intensitas penanganan Karhutla di Kotim. Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan bahwa sejumlah personel mengalami kelelahan akibat panjangnya waktu kerja di lapangan.

“Dalam sehari itu bisa dua sampai tiga orang yang izin, yang mana hari sebelumnya dia bertugas, hari berikutnya dia minta untuk istirahat,” ujar Multazam, Selasa 18 Agustus 2026.

Menurutnya, waktu kerja petugas di lapangan dalam kondisi tertentu dapat mencapai 14 hingga 16 jam. Hal tersebut terjadi karena petugas harus segera menangani titik api agar tidak meluas dan mengancam masyarakat maupun aset warga.

“Bekerja tidak sembilan jam, 10 jam, tapi bisa di 14 sampai 16 jam. Tetapi itu bukan kita memaksa personel, memang situasi lapangannya harus kita tangani,” katanya.

Untuk menjaga stamina personel, BPBD juga akan meningkatkan dukungan berupa asupan gizi, vitamin dan kebutuhan penunjang lainnya. (Nardi)


baca juga ...  Bocah 6 Tahun di Jaya Karet Selamat dari Maut Usai Dada Tertancap Besi
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!