Gerakan Pangan Murah, Sediakan Harga Terjangkau untuk Masyarakat

SAMPIT – Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati membuka acara Gerakan Pangan Murah di Taman Kota Sampit, Senin 1 April 2024.

Irawati menyampaikan gerakan pangan murah merupakan komitmen pemerintah dan kepedulian terhadap masyarakat untuk menstabilkan harga dan memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus memangkas rantai distribusi pangan.

“Gerakan pangan murah merupakan operasi pasar murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pangan pokok dengan harga terjangkau,” ungkapnya.

Komoditas yang tersedia pada gelar pangan ini terdiri dari beras, minyak goreng kemasan, bawang merah, bawang putih, gula pasir, cabe merah keriting, cabai rawit, telur ayam ras dan ikan yang bisa diperoleh dengan harga lebih murah dibandingkan dengan harga pasar dan juga produk olahan UMKM.

Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga keterjangkauan harga pangan, meningkatkan daya beli masyarakat, serta mengendalikan inflasi daerah. Gerakan pangan murah ini, bukan hanya untuk keseimbangan ketersediaan bahan pangan saja, tapi juga keseimbangan harga bahan pokok.

Kegiatan gerakan pangan murah digelar serentak 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. di launching pada hari ini oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Bapanas melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim telah memfasilitasi terlaksanannya kegiatan ini dan juga OPD, Bulog, distributor dan pelaku usaha yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Bapanas juga telah menyalurkan bantuannya berupa bantuan pangan beras selama enam bulan untuk bulan Januari – Juni 2024 kepada 18.836 masyarakat kelompok penerima manfaat (KPM) di kabupaten Kotim.

Pangan merupakan kebutuhan yang sangat mendasar bagi manusia, tuntutan pemenuhan pangan merupakan pemenuhan hak asasi setiap individu yang menentukan kualitas sumber daya manusia dan menentukan kualitas suatu bangsa.

baca juga ...  Kawasan Kemah Presiden Jokowi di IKN Turun ke Zona Oranye

Ketersediaan pangan suatu daerah menunjukan tingkat ketahanan pangan daerah tersebut. Permasalahan yang muncul dalam ketahanan pangan suatu daerah dipengaruhi oleh karakteristik komoditas, iklim, distribusi dan rantai pemasaran yang cukup panjang sehingga harga ditingkat konsumen akan jauh lebih tinggi dibandingkan harga ditingkat produsen.

“Memastikan ketersediaan bahan pangan merupakan komitmen kita bersama, baik di tingkat pusat maupun daerah,” pungkasnya. (Nardi)

Bagikan:
Berita Populer