Ketua PC PMII Kotim Tegaskan Jangan Mengaku Berpihak pada Pemuda Jika Tak Menghargai Agenda Kepemudaan

SAMPIT – Acara dialog publik calon kepala daerah yang diselenggarakan oleh mahasiswa dan pemuda Kotawaringin Timur (Kotim) menimbulkan reaksi dari sejumlah tokoh pemuda. Reaksi tersebut timbul akibat dari paslon nomor urut 1 Halikinnor-Irawati (Harati) tak hadir saat dialog.

Ketua PC Penggerak Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Muhammad Rizky salah satu yang paling lantang mengkritisi Harati dengan bahasa satire.

“Jangan mengaku pemuda, jangan mengaku mendukung pemuda dan sebagainya kalau tidak bisa menghadiri acara-acara pemuda,” katanya pada Selasa 8 Oktober 2024.

Hal tersebut disampaikan langsung Muhammad Rizky saat memberikan sambutan dihadapan para tamu undangan yang hadir pada dialog publik calon kepala daerah.

Dirinya mengatakan pemuda adalah masa depan bangsa Indonesia dan Kotim yang harus dilakukan dan diberikan edukasi politik agar dapat memahami apa itu politik.

“Kalau kita tidak didukung, jangan pernah kita lakukan hal-hal yang meyakini mereka mendukung pemuda,” tegasnya Muhammad Rizky.

Tidak hanya itu, dirinya juga sangat menyayangkan terkait dengan tidak hadirnya paslon Harati dalam kegiatan tersebut, mengingat agenda dialog publik calon kepala daerah ini merupakan acara formal.

“Kami sangat menyayangkan sikap dari Harati dalam hal ini, karena tidak bisa menghargai agenda yang telah kami selenggarakan,” ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan tidak seharusnya calon pemimpin bersikap seperti ini dengan mengabaikan hal-hal positif yang telah diselenggarakan oleh mahasiswa dan pemuda, untuk mengetahui seberapa jauh visi dan misi yang ditawarkan terhadap masyarakat Kotim.

“Kami hanya ingin semua paslon Bupati dan Wakil Bupati agar dapat menyampaikan visi dan misi mereka supaya masyarakat bisa mengetahui siap yang bisa membawa Kotim ke arah perubahan,” tutupnya.

(sattar)

baca juga ...  Patroli Gabungan Selama Ramadan: Polisi Siaga Cegah Balap Liar dan Perang Sarung
Bagikan:
Berita Populer