SAMPIT – Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi dengan predikat cumlaude menjadi dambaan semua mahasiswa, tapi untuk meraih itu tidak mudah dan dibutuhkan perjuangan serta semangat belajar yang tinggi untuk meraih prestasi akademik ini.
Seperti halnya yang diraih oleh perempuan asal Kota Sampit Titik Setiyowati yang meraih gelar Doktor Ilmu Lingkungan dengan IPK 4.00 atau menyandang lulus predikat cumlaude di Wisuda Program Pascasarjana Universitas Palangka Raya (UPR) pada September 2024.
Titik Setiyowati bercerita, kegigihannya untuk terus belajar tidak tidak terlepas dari sejumlah tantangan. Mengigat dirinya bekerja sebagai ASN di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
“Saya juga merupakan mahasiswa doktor yang paling cepat menyelesaikan study di angkatan saya, dengan waktu 2 tahun 11 bulan,” jelas Titik Setiyowati.
Lulusan doktor dari Kota Sampit Kabupaten Kotim merupakan hal yang langkah. Terutama di dunia kampus yang dinilai sebagai tempat untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan terdidik.
Lanjut, Perempuan kelahiran Sampit 43 tahun lalu yang memiliki latar belakang pendidikan, S1 Manajemen Keuangan dan S2 Manajemen Sumber Daya Manusia. Kemudian melanjutkan Doktor Ilmu Lingkungan harus menggunakan manajemen waktu dan keuangan yang baik.
Ia mengaku motivasi terbesar dirinya untuk melanjutkan pendidikan adalah ingin memberikan contoh baik bagi anak-anaknya untuk meraih prestasi setinggi-tingginya.
“Saya tidak punya motivasi untuk jabatan tertentu ya, motivasi saya ingin membuktikan ke anak-anak saya bahwa belajar itu penting, yang didik mereka dengan cara yang mandiri,” ungkapnya.
Prestasi Titik Setiyowati harus diapresiasi sebagai perjuangan dan contoh bagi generasi muda dan PNS yang ingin memajukan Kabupaten Kotim. Sehingga melahirkan cendekiawan dan akademisi yang mewarnai peningkatan sumber daya manusia di Kotim.
“Saya juga ingin buktikan saya PNS yang tidak ada usaha lain, saya bisa. Dengan benar memenej keuangan dengan baik. Dari tunjungan sebagainya saya bisa bayar SPP, saya bisa sekolahkan anak saya yang baru masuk kampus tahun ini,” bebernya.
Dalam ujian terbuka pada Kamis pada 15 Agustus 2024 lalu. Titik Setiyowati diuji langsung oleh Rektor UPR Prof. Dr Ir. Salampak, MS (Kama Sidang/Permutor, Prof Dr. I Nyomam Sodyana, M.Sc. (Sokretana Sidang), Prof. Dr. Liswara Neneng, M.St. (Ko-Promotor 1), Fengky F. Adji SP MF. PhD (Ko-Preanntor 11), Dr. Ir. Untung Dung, MP (Penguji Luar Komisi 1), Dr. Eng. Rosana Elvince, SPi., M.Eng. (Penguji Luar Komsi 11), Ardiamor, M.Sc PhD (Penggi Luar Komisi 1), Prof. Agung Nugroho, MSc, PhD (Penguji Luar Perguruan Tinggi), Diana Setiawan, SE MAP (Penguji Tamu).
Hal yang membahagiakan saat dirinya melakukan ujian promosi doktor langsung dihadiri oleh Kepala DPMPTSP Kotim Diana Setiawan sebagai penguji tamu.
“Alhamdulillah di sidang saya itu, Pak Kadis saya yaitu Pak Diana hadir sebagai penguji tamu. Walaupun belum profesor tapi karena pak Diana merupakan pemangku kebijakan dalam aturan diperbolehkan,” pungkasnya.
(ibra)











