Seluruh OPD Kotim Turut Distribusikan Air untuk Dukung Pemadaman Karhutla

NARDI/BERITASAMPIT - OPD bantu salurkan air untuk bantu penanganan karhutla.

SAMPIT (Kotim) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan dukungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam beberapa hari terakhir OPD bergerak membantu penanganan karhutla, salah satunya dengan mendistribusikan air ke lokasi kebakaran. Armada yang digunakan dilengkapi tandon atau tangki air serta mesin pompa untuk mendukung kebutuhan penyiraman di lapangan.

Suplai air dilakukan secara berkelanjutan agar petugas pemadam dapat lebih optimal melakukan penyiraman dan pengendalian api, terutama di lokasi yang membutuhkan pasokan air secara terus-menerus.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan keterlibatan seluruh OPD menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mempercepat penanganan karhutla.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu petugas mengendalikan api sekaligus mencegah kebakaran meluas.

Menurutnya, peran OPD tidak hanya dalam distribusi air, tetapi juga disesuaikan dengan tugas, kemampuan, personel, armada, dan peralatan yang dimiliki masing-masing perangkat daerah.

Arahan tersebut diberikan agar seluruh OPD tidak hanya menjalankan tugas rutin, tetapi juga ikut hadir ketika daerah menghadapi kondisi darurat seperti karhutla.

Halikinnor menekankan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kebersamaan dan gotong royong. Dukungan personel, armada, peralatan, hingga ketersediaan air menjadi faktor penting untuk memperkuat respons di lapangan.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api,” kata Halikinnor, Jumat 21 Agustus 2026.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, petugas pemadam, aparat, dunia usaha, dan masyarakat dapat membuat penanganan karhutla berjalan lebih cepat dan efektif sehingga dampaknya terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat dapat ditekan. (Nardi)


baca juga ...  Terkait Gerhana Matahari Cincin, Ini Penjelasan BMKG
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!