Tidak Pernah Diberi Pemberitahuan, Ketua Mabiran MB Ketapang Minta Kegiatan Kemah Ditunda

JIMMY/BERITASAMPIT - Ketua Kwarran MB Ketapang, Nur Firmansyah.

SAMPIT – Rencana pelaksanaan kegiatan kemah di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendapat perhatian dari Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Gerakan Pramuka Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah.

Irpansyah mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima pemberitahuan maupun penyampaian resmi dari panitia terkait rencana kegiatan kemah tersebut.

“Kami selaku Ketua Mabiran sampai saat ini belum mengetahui adanya rencana kemah dimaksud, karena sampai saat ini belum ada panitia kemah yang menyampaikan rencananya,” ujar Irpansyah.

Menurutnya, dalam kondisi Kotim yang masih menghadapi situasi karhutla dan kabut asap, pelaksanaan kegiatan yang melibatkan banyak peserta di luar ruangan perlu dipertimbangkan kembali.

Ia menyarankan agar kegiatan tersebut ditunda sampai kondisi dan status kebencanaan di Kotim memungkinkan untuk dilaksanakan.

“Dalam hal ini saya selaku Mabiran menyarankan agar kegiatan ini ditunda, menunggu status dan situasi memungkinkan. Nanti kami juga akan sampaikan hal ini kepada koordinator pendidikan,” katanya.

Irpansyah menilai keselamatan dan kesehatan peserta harus menjadi pertimbangan utama. Terlebih, kegiatan kemah umumnya dilakukan di ruang terbuka dan berlangsung dalam waktu cukup lama.

Kondisi Kotim sendiri hingga September 2026 masih menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan yang berdampak terhadap munculnya kabut asap di sejumlah wilayah. Pemerintah daerah sebelumnya juga mengambil langkah perlindungan terhadap peserta didik dengan menerapkan kebijakan Belajar dari Rumah di tengah kondisi karhutla dan kualitas udara yang belum sepenuhnya aman.

Kondisi tersebut membuat berbagai kegiatan di luar ruangan perlu mempertimbangkan perkembangan kualitas udara, kondisi cuaca, serta potensi munculnya titik api baru.

Apalagi, kabut asap tidak hanya berdampak terhadap jarak pandang, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan Kotim mencatat kasus ISPA pada Agustus 2026 mencapai 2.656 kasus, meningkat dibandingkan Juli yang tercatat 2.119 kasus.

Karena itu, Irpansyah berharap seluruh pihak yang terlibat dalam rencana kegiatan kemah dapat mempertimbangkan kondisi tersebut sebelum kegiatan dilaksanakan.

Sementara itu, Ketua Kwartir Ranting (Kwaran) Gerakan Pramuka Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Nur Firmansyah, mengajak seluruh pihak melihat persoalan tersebut dengan kepala dingin dan tidak menjadikannya sebagai pertentangan antara panitia, sekolah maupun masyarakat.

baca juga ...  Wabup Irawati Dorong Perangkat Daerah Perkuat Keterbukaan Informasi Publik

Menurutnya, kekhawatiran para orang tua sangat wajar, mengingat hingga 10 September 2026 kondisi udara masih terdampak kabut asap. Bahkan, kegiatan belajar peserta didik masih dilaksanakan dari rumah.

“Orang tua pasti menginginkan kegiatan anak-anaknya berlangsung dalam kondisi yang aman dan sehat. Karena itu, kekhawatiran tersebut bukan sesuatu yang perlu diperdebatkan atau disalahkan,” kata Firmansyah.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa rencana perkemahan juga merupakan bagian dari kegiatan pendidikan kepramukaan yang memiliki banyak manfaat bagi peserta didik.

Kemah, menurutnya, dapat menjadi sarana untuk membentuk kemandirian, kedisiplinan, kebersamaan, kepemimpinan serta kepedulian terhadap lingkungan.

Karena itu, Kwaran MB Ketapang pada prinsipnya tetap mendukung rencana kegiatan tersebut. Hanya saja, pelaksanaannya harus menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Bukan berarti kegiatan perkemahan dibatalkan. Kita hanya perlu menunggu sampai kondisi benar-benar memungkinkan dan udara kembali normal,” ujarnya.

Firmansyah menilai apabila kondisi udara sudah aman dan kondusif, kegiatan tersebut dapat tetap dilaksanakan sesuai rencana maupun dengan penyesuaian yang diperlukan.

Namun apabila kondisi belum memungkinkan, ia meminta agar kegiatan tidak dipaksakan.

“Kalau kondisi masih belum memungkinkan, jangan dipaksakan. Keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi pertimbangan utama,” tegasnya.

Ia juga berharap tidak ada pihak yang merasa disudutkan dalam persoalan tersebut. Menurutnya, baik panitia maupun orang tua memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan anak-anak dapat mengikuti kegiatan dalam kondisi yang baik.

“Saya berharap kita semua tidak melihat persoalan ini sebagai pertentangan antara panitia dengan masyarakat. Tidak perlu ada pihak yang merasa disudutkan dan tidak perlu pula masyarakat merasa diabaikan,” tuturnya.

Firmansyah menegaskan, apabila nantinya kegiatan harus ditunda atau dijadwalkan kembali, keputusan tersebut tidak berarti kegiatan Pramuka mengalami kegagalan.

Justru, menurutnya, penundaan dapat menjadi bentuk kehati-hatian dalam menempatkan kesehatan dan keselamatan peserta didik sebagai prioritas.

“Pramuka mengajarkan kepada kita untuk berani mengambil keputusan, tetapi juga mengajarkan untuk bijak membaca keadaan dan mengutamakan keselamatan,” katanya.

Ia pun mengajak para orang tua dan masyarakat untuk tetap tenang sembari meminta panitia serta gugus depan terus melakukan koordinasi dan melihat perkembangan kondisi secara bersama-sama.

“Rencana baik tetap kita dukung. Tetapi waktu pelaksanaannya harus menunggu keadaan yang baik pula,” pungkasnya.

Dengan demikian, rencana perkemahan gabungan gugus depan pada awal Oktober mendatang tidak perlu dipandang sebagai persoalan antara pihak yang mendukung maupun menolak. Semua pihak diharapkan dapat menunggu perkembangan kondisi kabut asap dan memastikan kegiatan nantinya berlangsung dalam situasi yang aman, sehat, nyaman, serta menyenangkan bagi peserta didik.

“Kemahnya kita dukung. Anak-anak tetap kita semangati. Waktunya kita tunggu sampai kondisi benar-benar aman dan normal,” demikian Firmansyah.

Rencana pelaksanaan kemah tersebut menjadi perhatian karena muncul di tengah kondisi Kotim yang masih dibayangi karhutla dan kabut asap. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD dan unsur lainnya hingga kini masih melakukan penanganan serta pemantauan terhadap sejumlah titik kebakaran.

(Jimmy)

baca juga ...  Harapan Tak Pernah Padam, Keluarga Bripda MF Menanti Kabar di Polres Kotim
Bagikan:
Berita Populer