102.413 Hotspot, Fraksi Golkar Soroti Karhutla dan Kabut Asap Kalteng

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Juru Bicara Fraksi Golkar Kalteng, Rahadian Fani, menyampaikan pandangan pada Rapat Paripurna ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026 di Kantor DPRD Kalteng, Palangka Raya, Kamis, 10 September 2026.

PALANGKA RAYA – Fraksi Partai Golkar DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) memberikan perhatian serius terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang masih terjadi di Kalteng.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Fraksi Golkar Kalteng, Rahadian Fani, dalam Rapat Paripurna ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026 di Kantor DPRD Kalteng, Palangka Raya, Kamis, 10 September 2026.

“Kami memberikan perhatian serius terhadap karhutla dan kabut asap yang berdampak pada lingkungan, kesehatan, pendidikan, transportasi, ekonomi, dan sosial masyarakat,” kata Rahadian.

Ia meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla, sekaligus memastikan perlindungan bagi masyarakat terdampak.

“Kami mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi, pencegahan, penanganan di lapangan, serta perlindungan bagi masyarakat terdampak,” jelasnya.

Rahadian juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Ia meminta setiap titik api segera dilaporkan agar dapat ditangani.

“Kami mengajak untuk tetap waspada, menjaga lingkungan, menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, serta segera melaporkan setiap titik api atau kejadian kebakaran,” tegasnya.

Selain itu, Fraksi Golkar mendukung penanganan karhutla melalui fungsi penganggaran dan pengawasan DPRD, termasuk perlindungan masyarakat selama masa tanggap darurat hingga pascabencana.

“Kami mendukung penanganan karhutla melalui penganggaran, pengawasan, serta perlindungan masyarakat selama tanggap darurat hingga pascabencana,” pungkas Rahadian.

Untuk diketahui, berdasarkan data BPBD Kalteng, tercatat 102.413 titik hotspot sepanjang 1 Januari hingga 6 September 2026, menunjukkan tingginya aktivitas titik panas di wilayah Kalteng.

Selain itu, BPBD Kalteng mencatat 2.651 kejadian karhutla dengan luas area terbakar mencapai 8.038,68 hektare berdasarkan laporan lapangan dari kabupaten/kota.

(Sya’ban)

baca juga ...  Reses di Baamang, Abdul Hafid Serap Aspirasi: Jalan Rusak dan Banjir Jadi Sorotan Warga
Bagikan:
Berita Populer