SAMPIT – Pemadaman listrik bergilir kembali dikeluhkan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terjadi dalam beberapa hari terakhir membuat warga kecewa karena persoalan serupa kembali terulang kembali.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Bupati Kotim Irawati mengaku belum mendapatkan informasi maupun koordinasi terbaru dari pihak PLN.
“Biasanya kepala PLN datang, atau audiensi, tapi tidak ada,” ujar Irawati saat dikonfirmasi terkait kembali terjadinya pemadaman listrik bergilir, Senin 14 September 2026.
Pihak PLN biasanya melakukan koordinasi atau audiensi dengan pemerintah daerah apabila terjadi persoalan terkait pelayanan kelistrikan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kotim Rimbun mengatakan pihaknya sebelumnya sudah mengundang dan berkoordinasi dengan PLN Cabang Sampit terkait persoalan pemadaman bergilir.
“Terkait menyala bergilir ini, kami dari DPRD sudah mengundang (pada Juli lalu) dan sudah berkoordinasi dengan pihak PLN, terutama PLN Cabang Sampit atau Kabupaten Kotim,” kata Rimbun.
Dalam rapat tersebut, pihak PLN menyampaikan bahwa hingga minggu kedua Agustus tidak ada lagi pemadaman bergilir. Setelah itu, kondisi memang sempat normal dan pemadaman bergilir tidak lagi dikeluhkan masyarakat.
Namun, belakangan mati lampu bergilir kembali terjadi. DPRD Kotim mengaku belum mengetahui penyebab kembali diberlakukannya pemadaman tersebut.
“Nah memang benar itu kan sempat hilang pemadaman bergilir, ternyata memang ya kita belum ada komunikasi, koordinasi lagi terkait dengan informasi menyala bergantian ini. Ini mungkin terulang lagi penderitaan masyarakat yang ada di Kabupaten Kotim,” ujarnya.
Rimbun berharap pemadaman tersebut hanya terjadi sementara dan tidak kembali berlangsung dalam waktu panjang.
Ia menegaskan DPRD akan terus memperhatikan persoalan pelayanan dasar yang berdampak langsung terhadap masyarakat, termasuk kelistrikan.
Terlebih, saat ini masyarakat Kotim juga tengah menghadapi sejumlah persoalan lain, seperti kabut asap akibat karhutla dan antrean panjang BBM di SPBU. (Nardi)











