Antrean BBM Mengular di Palangka Raya, Pertamina: Ada Perpindahan Konsumen Pertamax ke Pertalite

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Sales Area Retail Pertamina Kalteng, Donny Prasetya.

PALANGKA RAYA – PT Pertamina Patra Niaga mengungkapkan bahwa fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Palangka Raya dipicu oleh migrasi konsumen. Pengguna BBM nonsubsidi jenis Pertamax kini beramai-ramai beralih mengonsumsi Pertalite akibat selisih harga yang semakin lebar.

Hal tersebut disampaikan oleh Sales Area Retail Pertamina Kalteng, Donny Prasetya, usai menerima aspirasi dari Aliansi Masyarakat Rendah yang menggelar aksi unjuk rasa di kantornya, Senin, 14 September 2026.

“Jadi terkait masalah antrean sendiri memang terjadi switching atau perpindahan perilaku konsumen yang sebelumnya membeli Pertamax karena disparitas harga yang semakin tinggi itu beralih menggunakan Pertalite,” ujar Donny kepada awak media.

Berdasarkan data kalkulasi Pertamina, angka perpindahan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi ini mencapai kisaran 7 persen untuk wilayah Kalteng secara keseluruhan.

Dampak lonjakan secara tiba-tiba inilah yang memicu antrean kendaraan di jalur pengisian Pertalite dalam beberapa waktu terakhir.

Meski demikian, Donny menegaskan pihak Pertamina terus berupaya keras di lapangan untuk mengurai kepadatan tersebut. Dari pantauan terkini, situasi di sejumlah SPBU dilaporkan mulai berangsur kondusif.

“Kami ingin tekankan bahwa bahwa kami sudah berusaha untuk secepat mungkin untuk mengembalikan kondisi penyaluran BBM khususnya di Provinsi Kalteng khususnya Kota Palangka Raya agar kembali normal. Teman-teman bisa melihat bersama bahwa ada perbaikan antrean dari kondisi-kondisi sebelumnya (kini) mendekati normal,” pungkasnya.

(Syauqi)

baca juga ...  KUHP Baru Resmi Berlaku, Hakim Punya Alternatif Selain Penjara
Bagikan:
Berita Populer