BPBD Pulang Pisau Imbau Warga Waspadai Paparan Asap Karhutla

IST/BERITASAMPIT - Infografis laporan pemantauan kualitas udara di Pulang Pisau.

PULANG PISAU – Kualitas udara di Kabupaten Pulang Pisau berada dalam kondisi yang perlu diwaspadai setelah hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2,5 mencapai 561 mikrogram per meter kubik pada Minggu 13 September 2026. Pemerintah daerah meminta masyarakat mengurangi paparan asap, terutama kelompok rentan, menyusul kondisi udara yang berdasarkan rata-rata pengukuran satu jam masuk kategori tidak sehat.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau, Osa Maliki, mengatakan hasil pemantauan tersebut menjadi perhatian di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di sejumlah wilayah. Pemantauan dilakukan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) menggunakan alat EPAM-5000.

Pengukuran pada pukul 16.00 hingga 17.00 WIB mencatat rata-rata konsentrasi PM2,5 atau particulate matter berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil sebesar 101 µg/m³. Sementara itu, konsentrasi terendah tercatat 2 µg/m³ dan tertinggi mencapai 561 µg/m³ dalam periode pengamatan tersebut.

Osa menjelaskan, angka 101 µg/m³ berdasarkan estimasi konsentrasi rata-rata selama satu jam menunjukkan kondisi udara berada pada kategori tidak sehat. Namun, hasil tersebut belum dapat disebut sebagai penetapan resmi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), sebab penetapan ISPU menggunakan konsentrasi rata-rata selama 24 jam.

“Lonjakan PM2,5 perlu menjadi perhatian karena partikulat berukuran sangat kecil ini dapat berasal dari asap kebakaran lahan, pembakaran maupun sumber emisi lainnya. Karena itu, masyarakat perlu mengurangi paparan, khususnya ketika kualitas udara sedang memburuk,” kata Osa.

Masyarakat diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan serta mengurangi kegiatan fisik berat di area terbuka. Anak-anak, lansia, ibu hamil dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan juga disarankan membatasi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara belum membaik.

baca juga ...  Ini Pesan Menteri PPPA pada Deklarasi DRPPA Bebas Stunting dan Peringatan Hari Anak Nasional di Kalteng

Osa menambahkan, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kualitas udara dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan ikut mencegah terjadinya karhutla. Menurutnya, pemantauan kualitas udara perlu berjalan beriringan dengan upaya pemadaman dan pencegahan karhutla, sehingga risiko paparan asap terhadap masyarakat dapat ditekan. (denny)

Bagikan:
Berita Populer