Karhutla Km 18 Sudirman Hanguskan Kebun Hampir Sepekan, Warga Berjibaku dengan Swadaya

IST/BERITASAMPIT - Warga berupaya padamkan api Karhutla di Km18 Jenderal Sudirman dengan swadaya.

SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Jalan Jenderal Sudirman Km 16 hingga Km 18, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Hingga Selasa 15 September 2026, api yang membakar lahan perkebunan masyarakat tersebut masih terus mengeluarkan asap dan belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

Kebakaran disebut telah berlangsung hampir sepekan. Warga sekitar pun harus turun tangan secara swadaya untuk mencegah kobaran api merambat dan mengancam kebun masyarakat yang masih belum terbakar.

Dengan menggunakan kendaraan pikap yang membawa profil tank, pompa dan selang, warga berupaya menyemprotkan air ke titik-titik api. Namun, keterbatasan peralatan membuat upaya pemadaman belum mampu menjangkau seluruh lahan yang terbakar.

Proses pemadaman pun berlangsung cukup lama. Di tengah kondisi tersebut, asap pekat yang ditimbulkan kebakaran juga mengganggu warga yang berada di sekitar lokasi.

“Kami tetap berupaya memadamkan api karena khawatir merambat dan membakar kebun yang lain,” ujar salah seorang warga sekitar, Arlan.

Ia mengatakan masyarakat saat ini masih bekerja keras melakukan pemadaman dengan kemampuan dan peralatan yang tersedia. Namun, luasnya lahan yang terbakar membuat upaya tersebut tidak mudah.

Arlan berharap pemerintah dapat segera memberikan bantuan armada pemadam untuk mempercepat penanganan karhutla tersebut. Terlebih, api masih berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani secara maksimal.

“Harapan kami ada bantuan armada pemerintah karena api terus meluas,” ujarnya.

Selain mengancam lahan perkebunan masyarakat, lokasi karhutla tersebut juga berada tidak jauh dari kawasan pembangunan Markas Batalyon Teritorial (Yon TP). Warga berharap penanganan segera dilakukan agar kebakaran tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar. (Nardi)


baca juga ...  Satpol PP Terus Pantau Pergerakan Grup Keluarga Pengemis di Sampit
Bagikan:
Berita Populer