PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) akan melakukan perpanjangan Status Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan lahan (karhutla) untuk 14 hari kedepan. Hal ini dilakukan mengingat hingga Selasa 15 September 2026, penyebaran titik api terus meluas.
Bupati Kobar, Hj Nurhidayah, selaku Komandan Satgas Karhutla Kobar, menyampaikan, bahwa status tanggap darurat bencana karhutla Kobar akan berakhir pada tanggal 18 September 2026, sehingga perpanjangan kembali untuk 14 kedepan, agar penanganan karhutla di Kobar lebih maksimal.
“Saat ini Karhutla terus meluas khususnya yang ada diruas jalan Pangkalan Bun – Kotawaringin Lama dan Taman Nasional Tanjung Puting, kedua tempat tersebut hingga saat ini masih dilakukan pemadaman, untuk kami putuskan akan perpanjangan Status Tanggap darurat bencana karhutla,” katanya, usai meninjau Posko Karhutla di km 24 Jalan Pangkalan Bun – Kotawaringin Lama.
Nurhidayah meminta agar setelah pendinginan diwilayah Karhutla, pihak penyidik untuk melakukan penyisiran jika ditemukan adanya unsur kesengajaan melakukan pembakaran lahan, maka harus diberikan efek jera, karena perbuatan membakar lahan merugikan semua aspek.
“Seperti di Jalan Pangkalan Bun – Kotawaringin Lama ini yang sebagian besar merupakan kawasan gambut, sehingga titik api menyebabkan kabut asap, hal ini menggangu aktivitas pengguna jalan dan kesehatan masyarakat pun terganggu,” ucapnya.
” Jumlah personil dalam penanganan karhutla ini berjumlah 531 personil, yang saat ini disebar kelokasi titik api yang terbanyak, hanya saja dalam penanganan menemukan kendala sumber air dan lokasi titik api yang jauh, sehingga tim harus melangsir air ke dalam penampungan, dan juga melakukan pembuatan embung, akan tetapi dengan kondisi kemarau tetap saja kesulitan mendapatkan sumber air,” imbuhnya.
Sedangkan untuk bantuan helikopter Water Bombing, Bupati Kobar menyampaikan saat ini posisi helikopter water bombing berada di bandara Cilik Riwut Palangka Raya, mengingat jarak pandang (visibilitas) masih terganggu kabut asap, sehingga belum bisa terbang ke wilayah Kobar.
“Permohonan bantuan helikopter Water Bombing telah disetujui, hanya saja terkendala Visibility akibat kabut asap di kota Palangka Raya, sehingga belum bisa melakukan pemadaman di wilayah Kobar khususnya di ruas jalan Pangkalan Bun – Kotawaringin Lama dan Taman Nasional Tanjung Puting,” ungkap Bupati Kobar. (man)











