SUKAMARA – Dampak kabut asap akibat musim kemarau mulai menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sukamara, khususnya terhadap kesehatan anak-anak di lingkungan sekolah. Kondisi udara yang kurang bersahabat dinilai dapat mengganggu kesehatan dan kenyamanan siswa saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Perhatian tersebut ditunjukkan Bupati Sukamara Masduki dengan turun langsung meninjau aktivitas belajar di SDN Laman Baru, Kecamatan Permata Kecubung.
Dalam kunjungan itu, Bupati juga membagikan masker dan susu kepada para siswa sebagai bagian dari upaya mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan anak.
Masduki mengatakan, perlindungan terhadap siswa menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan di tengah kondisi kemarau dan munculnya kabut asap.
“Langkah ini dilakukan sebagai wujud penanganan dampak asap di sektor pendidikan, pembagian masker untuk melindungi pernapasan siswa, serta pemberian susu guna memberikan asupan nutrisi tambahan agar fisik anak-anak tetap fit selama di sekolah,” ujar Masduki.
Menurutnya, kondisi udara akibat kabut asap tidak boleh dianggap sepele, terlebih anak-anak merupakan kelompok yang perlu mendapat perhatian selama kualitas udara menurun.
Karena itu, Pemkab Sukamara terus mengingatkan pihak sekolah dan orang tua agar bersama-sama melakukan langkah pencegahan. Salah satunya dengan memastikan anak menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.
“Kami terus mengimbau pihak sekolah dan para orang tua untuk memastikan anak-anak selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah selama musim kemarau,” tambahnya.
Pemkab Sukamara juga terus memantau kondisi di sektor pendidikan agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan, namun tetap dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan siswa.
Langkah tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah daerah terhadap dampak kabut asap, dengan memastikan aktivitas pendidikan tetap berlangsung tanpa mengabaikan perlindungan kesehatan anak-anak. (enn)











