SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Desa Eka Bahurui, Jalur 4, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Meski sebelumnya sempat dilakukan pemadaman, api kembali muncul dan menghanguskan lahan gambut di kawasan tersebut.
Kebakaran terpantau kembali terjadi pada Senin 2 November 2026. Berdasarkan keterangan warga setempat, api sebenarnya mulai terlihat sejak Minggu sore.
Warga setempat Wahyudi mengatakan kebakaran kembali muncul diduga karena kondisi lahan gambut yang masih menyimpan bara.
“Sementara hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir belum mampu membasahi lahan secara maksimal,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, hujan memang sempat turun dua kali dalam sepekan terakhir. Namun, intensitasnya hanya gerimis dengan durasi sekitar lima hingga 10 menit sehingga belum cukup untuk memadamkan titik api.
“Ada hujan beberapa kali tapi intensitas sedang. Jadi apinya tidak mati sampai dalam tanah,” jelasnya.
Menurut pria yang akrab disapa Acung ini, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar tiga hektare. Area tersebut merupakan lahan kosong yang lokasinya berdekatan langsung dengan perkebunan milik masyarakat.
“Lahan kosong yang terbakar. Sampingnya itu ada kebun sawit dan kebun buah warga,” bebernya.
Kondisi tersebut membuat warga khawatir api meluas dan merembet ke perkebunan yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
Saat ini, upaya pemadaman masih dilakukan secara terbatas oleh warga setempat. Dengan peralatan dan tenaga seadanya, mereka berusaha mencegah api semakin meluas.
“Kami saja yang memadamkan ini seadanya. Berempat kami di sini,” imbuhnya.
Warga berharap petugas terkait segera turun membantu penanganan karhutla tersebut. Sebab, jika tidak segera dikendalikan, api dikhawatirkan merembet ke kebun sawit maupun kebun buah milik masyarakat di sekitarnya. (Nardi)










