Muhammad Syauqie Didaulat Jadi Bendahara Umum PP Tapak Suci

IST/BERITASAMPIT - Anggota Komisi V DPR RI, Fraksi PAN sekaligus Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Muhammad Syauqie.

PALANGKA RAYA – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Muhammad Syauqie, resmi mengemban amanah sebagai Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Tapak Suci Putera Muhammadiyah periode 2026–2031.

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi dirinya untuk turut memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mendorong Tapak Suci semakin maju, mandiri, dan berprestasi.

Pelantikan pengurus PP Tapak Suci Putera Muhammadiyah bersama Rapat Kerja Nasional (Rakernas) digelar pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di Amphitarium, Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta. Kegiatan tersebut mengusung tema “Berakar Tradisi Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri, dan Mendunia”.

Bagi Muhammad Syauqie, amanah sebagai Bendahara Umum bukan sekadar tanggung jawab dalam pengelolaan organisasi, tetapi juga bagian dari komitmen untuk ikut membangun perguruan yang memiliki peran besar dalam pembinaan karakter generasi muda.

Menurutnya, Tapak Suci memiliki nilai dan kontribusi yang jauh lebih luas daripada sekadar menjadi tempat berlatih bela diri. Perguruan ini merupakan wadah pembentukan karakter yang mengajarkan keimanan, akhlak, kedisiplinan, keberanian, persaudaraan, serta semangat cinta tanah air.

“Nilai-nilai tersebut dinilai sangat penting dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia yang tidak hanya memiliki kemampuan dan prestasi, tetapi juga integritas serta tanggung jawab terhadap bangsa dan negara,” ucapnya.

Penguatan organisasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembinaan kader, pengembangan prestasi atlet, serta tata kelola kelembagaan yang semakin profesional.

“Melalui kepengurusan periode 2026–2031, Tapak Suci diharapkan mampu memperluas kontribusinya, baik dalam lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah maupun dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” tambahnya.

Selain pembinaan karakter, Syauqie juga memiliki perhatian terhadap pengembangan pencak silat sebagai salah satu cabang olahraga yang dapat mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

“Prestasi atlet Tapak Suci dalam berbagai kejuaraan menjadi bukti bahwa perguruan tersebut memiliki potensi besar untuk terus melahirkan atlet berkualitas. Salah satunya pada ASEAN University Games 2024, ketika atlet Tapak Suci berhasil menyumbangkan enam medali emas, dua perak, dan satu perunggu,” lanjutnya.

Karena itu, penguatan sistem pembibitan atlet, peningkatan kualitas pelatih, serta kompetisi yang berjenjang perlu menjadi perhatian dalam program pengembangan organisasi ke depan.

“Lebih dari itu, pencak silat juga memiliki peluang besar menjadi sarana diplomasi budaya Indonesia di dunia internasional. Tapak Suci diharapkan mampu melahirkan pendekar yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga membawa nilai-nilai luhur bangsa ke berbagai negara,” tuturnya.

Dalam konteks pembangunan nasional, keberadaan Tapak Suci juga dinilai sejalan dengan upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagaimana menjadi salah satu perhatian dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Pembinaan generasi muda melalui olahraga, pendidikan karakter, dan penanaman nilai kebangsaan merupakan investasi penting dalam mempersiapkan Indonesia menuju Generasi Emas 2045,” urainya.

Sementara itu, melalui Rakernas yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pelantikan, jajaran pengurus PP Tapak Suci periode 2026–2031 diharapkan dapat menyusun program kerja yang terarah, terukur, dan berkelanjutan.

“Sejumlah agenda strategis menjadi perhatian, mulai dari penguatan kaderisasi, peningkatan kualitas pelatih dan atlet, pengembangan prestasi, modernisasi tata kelola organisasi, hingga memperluas jejaring kerja sama di tingkat nasional maupun internasional,” bebernya.

Modernisasi tersebut tetap harus berpijak pada akar tradisi, nilai keislaman, serta jati diri Tapak Suci sebagai bagian dari Persyarikatan Muhammadiyah.

“Dengan amanah baru yang diembannya, Muhammad Syauqie bersama jajaran pengurus diharapkan dapat membawa Tapak Suci semakin solid dan berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar perguruan,” jelasnya.

Semangat “Dengan Iman dan Akhlak Saya Menjadi Kuat, Tanpa Iman dan Akhlak Saya Menjadi Lemah” menjadi landasan penting dalam menjaga identitas Tapak Suci sebagai perguruan pencak silat yang tidak hanya mencetak pendekar berprestasi, tetapi juga generasi berakhlak mulia, berjiwa patriot, dan siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, serta negara. (yud)

baca juga ...  Pelatihan Kaji Cepat Bencana, Pemprov Kalteng Bekali ASN Hadapi Situasi Darurat
Bagikan:
Berita Populer