Editor: A Uga Gara
SUKAMARA– Memasuki bulan Januari 2019, masyarakat Kabupaten Sukmara redah lantaran diteror kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Sukamara, Achmad Yani mengatakan, sudah terjadi 10 kasus DBD selama Januari 2019.
“Januari sudah ada 10 kasus positif DBD, dan kita sudah lakukan langkah antisipasi penyebaran dengan fogging fokus di dua tempat hari ini yaitu di perumahan Bungalow Desa Natai Sedawak, Kecamatan Sukamara dan di Desa Bukit Sungkai Kecamatan Balai Riam,” terang Achmad Yani, Kamis (10/1/2019).
Menurutnya, fogging yang dilakukan oleh pihaknya merupakan langkah terakhir untuk pencegahan penyebaran penyakit DBD, pasalnya fogging hanya bisa membunuh nyamuk, namun tidak dengan jentim nyamuk.
“Harapannya ya masyarakat sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan seperti menguras dan menutup bak mandi, mengubur barang bekas,” ucap Achmad Yani.
Dijelaskan pada 2018 lalu kasus DBD di Kabupaten Sukamara mencapai 135 kasus yang tersebar di lima kecamatan. Budaya gotong royong juga merupakan gerakan 3M yakni Menguras, Mengubur dan Menutup benda-benda yang dapat menjadi sarang dan berkembangbiaknya nyamuk pembawa virus DBD dilingkungan masyarakat, sehingga gotong royong membersihkan lingkungan sangat efektif untuk pencegahan.
“Kalau fogging adalah alternatif terakhir untuk memutus mata rantai DBD karena terlalu sering dilakukan juga akan berdampak tidak baik karena dapat membuat nyamuk-nyamuk tersebut kebal atau resisten,” tukas Yani.
(enn/beritasampit.co.id)












