Karhutla Meluas, Sekolah di Kalteng Belum Diliburkan

IST/BERITASAMPIT - Ilustrasi.

(Kalteng) memastikan kualitas udara masih dalam kondisi aman meski kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus terjadi.

Hingga 19 Juli 2026, tercatat 2.844 titik panas (hotspot), 563 kejadian karhutla, dan 3.069,52 hektare lahan terdampak kebakaran.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalteng, Ahmad Toyib, mengatakan dampak karhutla terhadap masyarakat hingga kini masih terkendali.

“Di tengah kepungan titik api tersebut, kami memastikan dampak terhadap masyarakat hingga saat ini masih berada dalam batas aman,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 Juli 2026.

Menurut Toyib, berdasarkan data posko , belum ditemukan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun diare yang dipicu kabut asap.

Kondisi tersebut membuat aktivitas belajar mengajar di seluruh wilayah Kalteng masih berlangsung normal dan belum ada kebijakan meliburkan siswa.

“Kondisi udara yang relatif terkendali ini membuat aktivitas persekolahan di seluruh wilayah Kalteng tetap berjalan normal tanpa opsi meliburkan siswa,” katanya.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan resmi dari aparat penegak terkait penindakan terhadap pelaku pembakaran lahan, baik dari unsur korporasi maupun perorangan.

Meski demikian, patroli terpadu dan sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar terus digencarkan untuk mencegah munculnya titik api baru.

Toyib juga mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api sekecil apa pun agar petugas dapat melakukan pemadaman sebelum api meluas.

“Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat, kami optimistis risiko meluasnya kebakaran serta dampak kabut asap dapat ditekan selama musim kemarau tahun ini,” tegasnya.

Menurut Toyib, meningkatnya kejadian karhutla dipicu kondisi cuaca kering yang mulai merata di sebagian besar wilayah Kalteng. Penanganan terus dioptimalkan dengan dukungan 94 personel gabungan dan empat unit helikopter water bombing.

(Sya'ban)

baca juga ...  Pemprov Kalteng Pacu Ekowisata Lewu Sabaru, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!