Editor: A Uga Gara
PALANGKA RAYA – Lembaga Kerukunan Masyarakat Batak Kalimantan Tengah (LKMB-Kateng) memberikan penghormatan adat kepada Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin beserta tokoh- tokoh lainnya.
Acara tersebut merupakan suatu agenda dalam acara Pesta Seni Budaya Batak dengan tema Memaknai Nilai Budaya Batak dalam Masyarakat Majemuk di Kalteng dengan Semangat Apresiasi Seni Budaya Batak yang merupakan bagian dari budaya nasional.
Acara tersebut dilaksanakan pada di komplek Betang Hapakat Jalan RTA Milono, Palangka Raya, Sabtu (2/2/2019).
Adapun pisaka adat yang diserahkan kepada Walikota Palangka Raya, diantaranya berupa Tongkat Tunggal Panaluan, yakni tongkat yang diukir dari kayu pilihan yang biasanya diberikan kepada raja -raja atau pemimpin suatu wilayah.
Selain itu juga diberikan topi adat Batak/Sartopi yang merupakan topi khas Batak dan biasa dipakai oleh tokoh-tokoh yang dihormati serta dan yang terakhir adalah Ulos Sibolang yang merupakan suatu jenis ulos yang merupakan identitas bagi kalangan terhormat dari tokoh Batak.
Selain penghormatan adat kepada Walikota Palangka Raya, penghormatan adat juga diberikan kepada sesepuh tokoh Dayak yakni Sabran Ahmad, Ketua Dewan Adat Dayak Provinsi Kalteng H Agustiar Sabran serta tokoh Dayak Palangka Raya, MarcosTuwan.
Sementara itu Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin saat diwawancarai oleh awak media mengungkapkan rasa terima kasih kepada kerukunan masyarakat Batak di Kalimantan Tengah atas penghormatan adat Batak yang diberikan kepadanya.
“Sebagai pemimpin tentunya saya akan mengayomi seluruh masyarakat yang datang ke kota Palangka Raya, karena siapapun yang datang dan berada disini tentunya sudah menjadi bagian dari warga Palangka Raya,” ucap Fairid Naparin.
(apr/beritasampit.co.id)












