Puluhan Guru TPA  di Kasongan Mengikuti Pelatihan Standardisasi Guru Agama Islam

Editor: A Uga Gara

KASONGAN – Puluhan calon guru Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) diikutsertakan dalam pendidikan dan pelatihan standardisasi guru Al-Qur'an dalam pengajaran Metode Tilawati, yang dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas Kasongan, Sabtu (2/3/2019).

Kegiatan yang digagas oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) yang bekerjasama dengan yayasan Ashabul Kahfi Kasongan ini langsung di buka oleh Wakil Bupati Sunardi N.T Litang.

Selain itu juga dihadiri Sekretaris Camat Hilir, Plt pejabat Kades Hampalit, jajaran Polsek hilir, pengurus Masjid Al-Ikhlas Kasongan, serta seluruh peserta yang mengikuti pelatihan tersebut.

Saat membuka kegiatan Wakil Bupati Sunardi N.T Litang mengatakan, bahwa salah satu langkah untuk mengatasi masalah yang biasa dihadapi guru taman pendidikab Al-Qur'an adalah dengan melakukan standarisasi guru melalui metode tilawati yang merupakan upaya penyeragaman dalam membaca Al-Qur'an.

“Jadi saya sangat berterimakasih sekali kepada pihak panitia yang sudah mendatang Tim Instruktur yang porfesional dari Surabaya yaitu ustad Syaiful Qomar yang telah memberikan waktunya untuk memberikan pelatihan kepada guru-guru pendidikan agama islam di Kota Kasongan,” ucapnya.

H.M Yahya selaku ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) mengatakan kegiatan ini bekerjasama dengam yayasan Ashabul Kahfi Kasongan.

Pasalnya, metode Tilawati ini belum pernah diajarkan di wilayah Kabupaten sehingga pihaknya memparkarsai metode ini. ” Karena ini bagian dari tanggung jawab dalam membantu masyarakat di bidang iman dan taqwa yaitu dalam pengentasan buta huruf membaca Al-Qur'an. Karena di bidang Iman dan taqwa, visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati juga bisa tercapai,” terangnya H.Yahya kepada beritasampit.co.id, Sabtu (2/3/2019).

Diharapkan, guru-guru ini sudah menguasai metode yang diajarkan dan dapat bermanfaat untuk diajarkan kepada murid-murid di lingkungan TK dan TPA masing-masing atau pesantren yang membidangi dalam hal baca tulis Al -Quran.

baca juga ...  Ini Komentar Sekda Katingan Soal Muslimat NU

Sementara ketua Panitia Wahid, mengatakan umumnya problem pendidikan Al-Qur'an, seakan identik dengan suasana gaduh dan ramai dan waktunya terkesan relatif lama menyebabkan anak-anak berhenti mengaji. Padahal bacaannya belum disiplin tajwid fashohah dan belum morotal. Itu karena belum training manajemen dan sistem pendidikan Al -Qur'an dan dan belum di programkan pembinaan para guru Al-Qur'an secara istiqomah.

Pendidikan dan pelatihan yang diajarkan ini, yakni pokok bahasan jilid 1-6, strategi pembelajaran, micro leaching, munaqosah, buki PAUD, tilawati remaja /desawa, tilawali mobile, teknik monaqosah, Al-Qur'an waqtu ibtida, serta rencana tindak lanjut.

“Untuk pendidikan dan pelatihan metode tilawati ini mendatangkan tim tim Instruktur yang datang dari Surabaya yaitu Ustad Syaiful Qomar dan diikuti guru-guru agama islam dari Kota Kasongan, Hampalit, Tewang Sanggalng Garing dan Pulau Malan, serta Tumbang Samba,” pungkasnya.

(ar/beritasampit.co.id).

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!