Editor: A Uga Gara
SAMPIT – Pelaksaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (USBN-BK) di SMAN 1 Kotabesi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), ada perbedaan. Peserta ujian tidak menggunakan handphone (HP) berbasis android hanya komputer.
“Ada 116 peserta ujian menggunakan komputer Personal Computer (PC) maupun komputer jinjing,” ucap Kepala SMAN 1 Kotabesi Rakimin kepada wartawan beritasampit.co.id, Senin (18/3/2019).
Rakimin menjelaskan, jumlah komputer yang tersedia di sekolah untuk USBN-BK terbatas. Berkat kerja sama baik antara peserta dan guru akhirnya jumlah terpenuhi.
“Guru dan peserta berusaha memenuhi kekurangan komputer dengan pinjam sana sini. Alhamdulillah, semua cukup. Seandainya tidak cukup maka akan ada peserta ujian tetap menggunakan HP berbasis android,” kata Rakimin yang pernah menjabat Kepala SMAN 4 Sampit ini.
Sementara itu, seorang pengawas ujian Dhaniar Arwan menambahkan, pihak sekolah juga telah menyediakan komputer cadangan.
“Ada empat komputer jinjing cadangan. Komputer cadangan itu digunakan apabila ada komputer peserta bermasalah,” kata guru geografi SMAN 1 Kotabesi ini.
Kepala Sub Bagian Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Asyari mengapresiasi. Alasannya, pihak sekolah memberlakukan resources sharing atau berbagi sumber.
“Kami sangat mengapresiasi karena sekolah, guru dan peserta saling kerja sama untuk memenuhi komputer yang kurang. Ini semangat Isen Mulang, Rumah Betang dan Habaring Hurung yang baik,” ujarnya pada saat memantau ujian di SMAN 1 Kotabesi.
Ditempat terpisah, SMAN 1 Cempaga juga melaksanakan USBN-BK. Disekolah yang dipimpin Muhammad Toyep ini totalnya 118 peserta.
“Yang digunakan untuk ujian ada 6 ruang. Dua ruang menggunakan komputer dan empat ruang menggunakan HP berbasis android,” ucap Toyep yang pernah menjadi guru di SMAN 2 Sampit ini.
(arifin/beritasampit.co.id)












