Pandangan Islam dan Kapitalis Terhadap Wanita

Ditulis oleh : Rosita

Sejarah Wanita

Dalam pandangan Romawi wanita tidak diizinkan untuk mengambil bagian dalam segala urusan, pandangan Yunani mengatakan wanita dari kalangan elite diperlakukan selayaknya tahanan sedangkan wanita dari kalangan bawah malah menjadi komoditi untuk diperjual belikan.

Arab Jahiliyyah mengubur anak-anak wanita hidup-hidup, Cina menjadikan wanita sebagai budak dan Eropa menganggap wanita adalah tempat penampung setan dan roh jahat.

Nah, dapat kita lihat bagaimana dulu peradaban memandang wanita dengan begitu rendah, kedudukan wanita tidak jauh dari penghinaan dan perbudakan serta tugas wanita utamanya adalah pemuas bagi kaum lelaki.

Munculnya Paham Feminisme

Sejak dulu wanita mengalami diskriminasi dalam berbagai bidang kehidupan. Akibatnya, wanita banyak yang trauma karena terlalu tertekan dengan aturan-aturan yang sangat tak menghargai mereka. Kemudian muncullah feminisme yang mengusung gagasan-gagasan untuk menuntut kesetaraan.

Gerakan feminisme berhasil menarik perhatian penduduk dunia untuk memperhatikan hak-hak wanita. Setelah mendapatkan legalitasnya wanita mulia bangkit dan menemukan jati dirinya dan tidak ingin kalah oleh kaum lelaki dalam segala urusan.

Akibatnya muncullah gerakan untuk mengarahkan wanita baik dalam segi pendidikan sehingga mampu bersaing dengan kaum lelaki baik dalam lingkup sosial maupun .

Kemudian sistem ekonomi kapitalis yang menyebabkan kemiskinan sehingga mengarahkan wanita untuk bekerja mencari nafkah membantu suami dan menjadi wanita karir. Didukung dengan paham materialisme yang menjadikan wanita cinta dunia dan lupa akan kemuliaanya.

Wanita mulai sibuk dengan karirnya, lupa akan rumah tangganya dan tidak menyukai peran-peran mulia seperti menjadi Istri yang taat suami dan Ibu yang mencintai serta mendidikan anak-anaknya.

Feminisme menggap Islam mengekang wanita, tidak bisa bebas dan menjadikan wanita ketinggalam zaman atau kuno. Misalnya dalam batasan menutup aurat yang telah jelas Allah perintahkan kepada kaum wanita untuk menutup auratnya kecuali muka dan telapak tangan, hal ini memberatkan kaum feminisme yang menggap memaksa wanita dan tidak bisa bebas beraktifitas diluar rumah.

baca juga ...  Pemilu Demokrasi vs Pemilu Islam

Kemudian masalah rumah tangga, poligami, talaq, persaksian, pemimpin,dan warisan yang telah jelas dalam islam Allah atur dengan begitu mulia untuk hambaNya, khusunya kuam wanita namun dianggap mengekang wanita dan menjadikan wanita ketertinggalan, tegas feminisme.

Pandangan Islam terhadap Wanita

Islam memandang wanita sebagai makhluk Allah sama seperti lelaki yang dengan tujuan Allah ciptakan adalah untuk menyembahNya dengan beribadah kepadaNya.

Allah STW berfirman:

“Dan janganlah kamu iri terhadap apa yang diruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan memohonlah kepada Allah sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah maha mengetahui segala sesuatu.” (TQS An Nisa: 32)

Islam tidak pernah punya masalah tentang relasi antara pria dan wanita sebab datangnya islam justru mengangkat derajat wanita yang direndahkan oleh sistem kehidupan yang ada sebelum islam.

Islam datang memberikan keadilan dengan memuliakan wanita sesuai fitrahnya.
Islam memberikan standar kebahagian yang berbeda dengan sistem sekuler kapitalis atau sosialis komunis yang menjadikan materi sebagai puncak pencapaian. Sedangkan standar kebahagian dalam islam yaitu Ridho Allah.

Paham feminisme yang katamya membela kebebasan wanita ternyata tidak mampu menyelamatkan wanita malah sebaliknya wanita jauh dari fitrah dan kodratnya. Wanita dituntut untuk bersaing dengan kaum lelaki dengan menstandarkan bahwa semua hal yang bisa dilakukan oleh kaum pria bisa juga dilakukan oleh kaum wanita. Yang dijadikan standarpun adalah harta, tahta dan kesenangan dunia. Sistem ini adalah bentuk penjajahan terhadap wanita dengan modus baru yang sangat halus, ciri khas kapitalisme.

baca juga ...  Budiman Sudjatmiko, Orang Gila Itu Lolos ke Senayan

Beda halnya dengan ide yang dibawa Islam. Islam sadar betul bahwa lelaki dan wanita itu berbeda secara fitrahnya mereka tidak lebih baik dan juga tidak lebih buruk. Oleh karena itu, islam menempatkan pria dan wanita dalam track yang berbeda untuk saling berlomba didalamnya, dan hasil yang diperoleh pun tentu berbeda namun setara secara nilai.

Pria dan wanjta bisa saling berlomba meraih kemuliaan disisi Allah sesuai dengan fitrahnya dan usaha mereka untuk meningkatkan ketaqwaan masing-masing. Bukankah ini adil dan bisa diterima oleh akal sehat?

Allah SWT Berfirman;

“Dan orang-orang yang beriman lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh mengerjakan yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS At TAubah: 71)

Bukankah tujuan kita adalah surga yang kekal abadi? Mengapa kita masih sibuk mengurusi materi dunia?

Rasulullah SAW bersabda:

“jika seorang wanita selalu menjaga salatnya 5 waktu, Berpuasa dibulan Ramadan, Menjaga Kehormatannya sebagaimana syariat mengaturnya, dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepada wanita, “masuklah kesurga melalui pintu manapun yang kalian inginkan.” (HR. Ahmad). (*)

*Penulis merupakan Mahasiswa di STKIP Muhammadiyah Sampit

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!