CPNS Gumas Diharapkan Betah Mengabdi di Pelosok

KUALA KURUN – Bupati , Arton S Dohong mengatakan, kecerdasan, kepintaran, kehebatan yang dimiliki calon pegawai negeri sipil (CPNS) belum tentu menjamin seseorang bisa bekerja dengan baik. Apalagi, penempatan kerja para CPNS tersebut jauh dari pusat ibukota kabupaten.

“Kalau kecerdasan tidak ditopang dengan kesiapan mental dan ketulusan mengabdi, maka semua itu akan percuma,” ungkapnya memberi arahan kepada CPNS, PTT Kemenkes, dan PTT baru Pemkab , Selasa (2/4/2019).

Menurutnya, para CPNS di daerahnya harus segera membiasakan diri dengan pelbagai keterbatasan. Pasalnya, berdasar pengalaman sebelumnya ada beberapa CPNS yang baru mengabdi satu tahun dua tahun sudah minta pindah.

“Artinya mereka belum punya kesiapan mental untuk bekerja di daerah pelosok yang serba terbatas. Tidak ada sinyal internet apalagi mall di sana, tidak ada tempat wisata untuk rekreasi. Saya harap mereka tidak menjadi stres, karena inilah ujian sebenarnya,” sebut Arton.

Sesuai aturan yang tercantum dalam kontrak kerja, jelasnya, maka para CPNS tersebut tidak diperbolehkan pindah tugas minimal selama delapan tahun.

“Karena sejak awal penerimaan, semua CPNS sudah memilih sendiri penempatan kerjanya masing-masing dan telah menyetujui surat pernyataan tidak akan mengajukan pindah kerja sesuai ketentuan,” katanya.

Dirinya mengimbau, agar para CPNS di daerahnya segera menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pimpinan masing-masing. Laporkan secara resmi kepada atasan apabila tidak bisa menjalankan tugas.

“Bagi CPNS maupun PTT asal luar daerah diharapkan, segera mengurus domisili kependudukan menjadi warga . Sebab mereka saat ini adalah bagian dari penduduk ,” pintanya.

(adn/beritasampit.co.id)

baca juga ...  Pemkab Gumas Diskusikan Aksi Tanggulangi Kemiskinan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!