Editor : Maulana Kawit
KASONGAN – Pola hidup bersih dan sehat, serta menjamin kebutuhan gizi ibu hamil dan balita merupakan salah satu langkah dalam upaya pencegahan Stunting atau lebih dikenal dengan kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan.
Selain itu memastikan setiap bayi mendapatkan ASI eksklusif dan ASI Ianjutan hingga berusia dua tahun, serta memantau tumbuh kembang anak dan pemberian imunisasi dasar lengkap.
Meski demikian berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018 telah terjadi penurunan 33.3% dari 34,4% pada tahun 2013. Namun angka ini masih diatas angka Nasional sebesar 30,8%, dan dibawah angka Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 34,0%.
Demikian disampaikan oleh Bupati Katingan Sakariyas, SE saat membuka secara resmi pada pelaksanaan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke 16 tingkat Kabupaten Katingan, yang dipusatkan di Desa Tewang Darayu, Kecamatan Pulau Malan, Kamis (2/5/2019).
Menurut Sakariyas permasalahan Stunting perlu ditangani sesegera mungkin dengan intervensi dan kolaborasi bersama lintas sektor.
“Oleh karena itu saya deklarasikan pencegahan stunting dengan membuat regulasi untuk melaksanakan gerakan pencegahan dan penanganan stunting. Kemudian, menggalang komitmen semua Iintas sektor dan seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.
Dirinya berharap semua pihak dapat bergerak mengkampanyekan hal serupa terutama tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, aktivis, dunia usaha dan organisasi masyarakat untuk mendukung pencegahan stunting.
“Saya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar kembali bersatu, menjunjung tinggi nilai persaudaraan, bersama-sama kita membangun Kabupaten Katingan untuk mewujudkan Katingan Bermartabat yaitu Berbudaya, Maju, Religius,Terintegrasi, Berkesinambungan. Aman dan Terbuka,” pungkasnya.
(ar/beritasampit.co.id)












