Editor : Maulana Kawit
SAMPIT – Menanggapi aksi Balap Liar (Bali) yang akhir-akhir ini marak terjadi di taman kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Wakil ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotim, H Supriadi MT.S.Sos angkat bicara.
Dia menilai, bahwa Bali yang dilakukan oleh gerombolan remaja yang menggunakan sepeda motor di kawasan taman kota sampit itu perlu mendapatkan binaan.
“Wah, perlu ada binaan ini terhadap anak-anak kita yang suka Bali,” ungkap kader partai Golkar itu saat dikonfirmasi, Senin (6/5/2019) pagi.
Pembinaan itu, dilanjutkan Supriadi bukan hanya dilakukan oleh orangtua. Namun juga dilakukan secara bersama-sama.
“Tentu kalau kita ingin tertib lalu lintas, maka adanya pembinaan dan penegakan hukum. Supaya ada efek jera, kalau dibiarkan. Ini dapat terjadi pelanggaran lalu lintas bahkan mungkin mengakibatkan kecelakaan dan lainya, juga bisa merugikan orang lain,” terang Supriadi.
Sejak beberapa bulan terakhir, aksi Bali kerap terjadi di kawasan taman kota Sampit. Para pembalap liar biasanya mengelilingi objek wisata tersebut di waktu tengah malam hingga subuh.
Meski aparat kepolisian terus malakukan pencegahan namum tetap kewalahan dengan ulah remaja yang melakukan aksi tersebut. Terlebih warga setempat yang resah akibat suara keras dari knalpot pembalap liar.
Pengguna jalan sekitar kawasan taman kota seperti Jalan Yos Sudarso, Jalan S. Parman dan Jalan D.I Panjaitan harus ekstra hati-hati ketika melintasi tempat tersebut di tengah malam hingga subuh.
(jmy/beritasampit.co.id)












