SAMPIT – Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) SP Lumban Gaol menyampaikan masukan terkait sewa gedung voli indoor yang dinilai terlalu mahal untuk masyarakat umum ditambah lagi fasilitasnya kurang memadai.
“Tidak masalah untuk harga tersebut namun dikhawatirkan terlalu tinggi tidak bisa digunakan semua kalangan, satu juta rupiah satu hari cukup mahal,” ujar Gaol, Rabu 16 November 2022.
Gaol menilai tarif tersebut memang dari Perbup, namun cukup membebani masyarakat jika menyewa dan ditakutkan kalah bersaing jika pihak swasta membuka dengan lebih bagus dan lebih murah. Maka ia berharap ditinjau kembali terkait tarif tersebut.
Padahal, lanjutnya, gedung yang terletak di Jalan Tjilik Riwut Km3,5 Sampit tepat di seberang Stadion 29 Nopember tersebut menggunakan uang rakyat, kerusahan segala macam bisa diajukan dalam anggaran perbaikan.
Menurut Gaol yang juga sering menggunakan gedung tersebut, kondisi semen ada yang retak, walau tidak persis dilapangannya cukup mengganggu kenyamanan atlet yang bermain.
“Tanpa karpet dilapangan voli sehingga para atlet khawatir jatuh ke lantai sehingga kurang bisa tampil maksimal, padahal tarifnya tinggi, terlebih juga ada juga jasa untuk memasang karpet namun menambah satu juta lagi kan lucu,” ucapnya.
Dikatakan, kondisi toilet airnya tidak mengalir, hanya menggunakan selang ditarik dari luar dan lampu toilet tidak ada sehingga sulit digunakan saat malam, sebagian lampu besar juga mati.
“Untuk harga pelajar memang beda jauh dengan tarif masyarakat umum, tapi kita ingin menarik masyarakat umum agar lebih berminat menggunakan gedung tersebut,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pemuda dan Olaharaga Kotim Wim RK Benung menyampaikan bahwa tarif merupakan Perbup jadi sulit untuk diubah dan mereka memiliki target retribusi dari gedung tersebut. Namun untuk kegiatan siswa maupun pembinaan tidak sampai satu juta rupiah harganya dibedakan jauh dengan penyewa umum.
“Lapangan Voli Indoor ini buah simalakama memungut sesuai perda perbup kasian orang, diturunkan harganya kami harus memenuhi target retribusi gedung,” ucap Wim.
Terkait tambahan jasa pasang karpet pihaknya memastikan itu bukan dari Dispora karena mereka tidak memiliki karpet, sedangkan kerusakan yang terjadi karena biaya perbaikan sarana olahraga tahun 2022 nol rupiah.
Pihaknya sudah menganggarkan 2023 akan dilaksanakan perbaikan lampu, karpet, toilet sedangkan atap dan lantai diperbaiki pihak PU. (Nardi)











