Pengembangan Landasan Bandara H Asan Menjadi Perhatian dalam Musrenbang RPJPD Kotim 2025-2045

SAMPIT – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Tahun 2025 -2045 dilaksanakan di Aula Mentaya Badan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Jumat 5 April 2024.

Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyampaikan masalah perpanjangan landasan bandara H Asan Sampit hendaknya menjadi perhatian dinas terkait agar bisa segera direalisasikan.

“Saya minta perhatian Sekda, Bapperida, Bina Marga, Perhubungan, Kepala Bandara, sudah memasuki awal 2024 apakah ada informasi perpanjangan bandara kita itu, karena Bandara Pangkalan Bun sudah banyak masuk maskapai dengan pesawat besar dan harga tiket jauh lebih murah. Namun Bandara H Asan Sampit semakin berkurang maskapai dan jadwal penerbangan kemudian harga tiket mahal,” kata Halikinnor.

Berdasarkan informasi yang Bupati dapat dari Bapelitbangda Kalimantan Tengah bahwa perpanjangan landasan bandara H Asan sudah masuk program di 2025.

“Diharapkan semua pihak bisa membantu mengawal bagaimana program dari kementrian itu bisa segera direalisasikan. Jika landasan diperpanjang maka akan menarik maskapai untuk membuka rute ke dan dari Sampit,” ungkapnya.

Dikatakan, bahwa potensi penumpang dari dan menuju Sampit sangat besar, harusnya bisa menjadi pemasukan bagi daerah, namun nyatanya penumpang banyak berangkat dari bandara luar kota karena mahalnya tiket pesawat.

“Penduduk Kotim ini paling banyak, harusnya bisa menjadi potensi besar bagi bandara. Bahkan penambahan jadwal ataupun armada di Bandara H Asan tidak ada saat musim mudik Idul Fitri, jika harga bisa bersaing maka peminatnya sangat tinggi, namun kebanyakan warga berangkat lewat kota lain atau lewat jalur laut,” ungkapnya.

(Nardi)

baca juga ...  22 Kelompok Wanita Tani di Kobar Kembangkan Program Pekarangan Pangan Lestari
Bagikan:
Berita Populer