PALANGKA RAYA – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Abdul Razak dan Sri Suwanto (Asri), mendapat kesempatan untuk bertanya kepada pasangan calon nomor urut 2, Nadalsyah dan Supian Hadi (Koyem-SHD), dalam Debat Publik yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalteng pada Senin 14 Oktober 2024 malam.
Pertanyaan yang diajukan Asri yakni terkait dengan manfaat bantuan sosial (bansos), bagi masyarakat Kalteng, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Sri Suwanto, calon wakil gubernur yang merupakan pasangan Asri, menyoroti bahwa selama ini, program bansos cenderung lebih dinikmati oleh masyarakat perkotaan, sementara masyarakat pedesaan masih harus berjuang sendiri menghadapi tinggi laju inflasi.
“Kami ingin tahu pendapat dan solusi dari pasangan Koyem-SHD terkait distribusi bansos yang lebih merata, terutama untuk masyarakat di pelosok desa,” tanya Sri Suwanto.
Menanggapi pertanyaan itu, Supian Hadi (SHD) menyampaikan bahwa distribusi bansos memang perlu diperbaiki, karena memang selama ini hanya menjangkau masyarakat dalam perkotaan saja.
“Bantuan sosial selama ini faktanya lebih banyak dirasakan oleh masyarakat di wilayah perkotaan saja, sedangkan masyarakat pedesaan harus berjuang sendiri. Terutama di tengah gempuran inflasi,” jelas SHD.
Guna untuk mengatasi hal tersebut, SHD menjanjikan program yang lebih merata dan konkret adanya. “Dalam 100 hari kerja kami, kami akan memastikan masyarakat di desa-desa juga merasakan bantuan sosial. Kami akan datang langsung ke desa-desa, dan bansos akan disalurkan setiap tiga bulan sekali,” tegas ia.
SHD menekankan betapa pentingnya keadilan dalam distribusi bantuan agar masyarakat di daerah pedalaman tidak tertinggal.
Sri Suwanto mengakui langkah tersebut, ia menyatakan bahwa pasangan Asri sependapat dengan apa yang disampaikan oleh pasangan Koyem-SHD. “Kami setuju bahwa bansos perlu merata hingga ke pelosok desa. Selama 10 tahun terakhir, meskipun ada peningkatan program pasar murah dan bansos, kemiskinan tetap meningkat. Inflasi terkendali, namun ini menjadi anomali yang perlu diatasi,” balas Sri Suwanto menanggapi apa yang disampaikan SHD.
Lewat debat publik pertama yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Kalteng ini menunjukkan bahwa baik pasangan Asri maupun Koyem-SHD memiliki perhatian yang serius terhadap distribusi bansos, terlebih dalam upaya mengatasi kemiskinan dan inflasi yang berdampak pada masyarakat pedesaan di Kalteng pada umumnya. (bs-01)











