Mahasiswa Untama Sebut Dialog Dua Paslon Bupati Kobar Ajang Mencari Solusi Berbagai Persoalan Masyarakat

PANGKALAN BUN – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Antakusuma (UNTAMA), telah menggelar Dialog Terbuka mendengar berbagai gagasan dari 2 pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kobar, yakni paslon nomor 1 Rahmat Hidayat-Eko Soemarno dan paslon nomor 2 Nurhidayah-Suyanto di Aula Untama lantai 3, Sabtu, 26 Agustus 2024, dengan mengusung tema “Memajukan Pembangunan, Memastikan Keadilan Agraria dan Masyarakat Pinggiran”.

Presiden Mahasiswa Untama Pangkalan Bun, Andre Rolis Saputra menyatakan harapannya acara tersebut tidak sekadar menjadi adu gagasan, melainkan sebagai ajang mencari solusi bagi berbagai persoalan yang saat ini dihadapi masyarakat Kobar.

“Kami sebagai mahasiswa merasa terhormat bahwa kedua paslon siap hadir dalam acara ini. Kami hanya meminta pemecahan masalah yang ada di Kobar. Ini adalah dialog, bukan debat, karena debat itu ranahnya KPU,” ungkap Andre.

Lanjut Andre, terlepas dari siapa yang terpilih, masyarakat berharap agar visi-visi yang disampaikan dalam dialog ini bisa menjadi kenyataan, demi mewujudkan Kotawaringin Barat yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

Kedua pasangan calon Bupati Kobar ini sendiri merupakan alumni Untama, sehingga acara dialog ini nampak akrab dan penuh kehangatan. Pasangan calon nomor satu, Rahmat Hidayat dan Eko Sumarno.

Nomor 1 saat membuka dialog, yang sebelumnya menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah menyelenggarakan acara ini, demi untuk menentukan perubahan pembangunan Kabupaten Kobar kearah yang lebih baik.

“Kegiatan dialog ini adalah momen yang tepat untuk berbicara tentang bagaimana wajah Kobar akan dibangun ke depannya, terutama dalam mewujudkan perubahan yang diinginkan masyarakat. Dan siapapun yang terpilih nantinya, itulah harapan masyarakat. Kami siap membawa perubahan untuk Kobar,” kata Rahmat penuh semangat.

Rahmat Hidayat, juga menekankan pentingnya membangun infrastruktur di wilayah pedalaman dan daerah-daerah yang kurang terjangkau. Ia menegaskan bahwa Kobar harus tumbuh sebagai daerah yang inklusif, di mana setiap lapisan masyarakat merasa diperhatikan keberadaannya.

baca juga ...  Bupati Kobar Melepas Pawai Takbir Sambut Idul Adha 1446 H

“Pembangunan di daerah pinggiran adalah prioritas kami. Kami tidak ingin ada kesenjangan yang terlalu lebar antara kota dan desa. Perubahan harus merata di seluruh wilayah,” imbuh Eko Sumarno,yang bergantian menyampaikan gagasannya.

Giliran pasangan calon nomor dua, Nurhidayah dan Suyanto, juga menyampaikan visi dan program kerjanya untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Kobar.

“Sebagai sesama alumni Untama, kami merasa bertanggung jawab untuk memastikan, infrastruktur, pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan tumbuh beriringan. Pemerintah harus hadir membawa keadilan untuk seluruh masyarakat,” ungkap Nurhidayah.

Menurutnya, pembangunan yang menyeluruh menjadi kunci untuk mengatasi ketimpangan yang ada.

Nurhidayah juga menyoroti isu agraria yang menjadi salah satu tema utama dalam dialog ini. Ia menyatakan bahwa pemerintah harus hadir sebagai pelindung hak-hak agraria masyarakat Kobar, terutama masyarakat kecil dan petani.

“Tanah adalah sumber kehidupan, dan hak atas tanah harus terjamin untuk semua masyarakat. Kami berkomitmen untuk membawa keadilan agraria ke dalam kebijakan kami nanti,” kata Suyanto, menambahkan.

Di akhir dialog, Andre Rolis Saputra Presiden Mahasiswa Untama, memberikan apresiasi kepada kedua pasangan calon yang telah berpartisipasi dan terbuka untuk berdiskusi.

“Dialog ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas kepada masyarakat mengenai arah pembangunan Kobar ke depan, dan bagaimana kedua pasangan calon ini akan membawa perubahan yang nyata,“ pungkasnya.

(man)

Bagikan:
Berita Populer