SAMPIT – Beredar sebuah video yang memperlihatkan aksi pemukulan yang dilakukan oleh seorang pria paruh baya terhadap perempuan yang sedang menunggu nomor kupon jalan sehat, di Taman Kota Sampit, Minggu 10 November 2024.
Dalam video yang berdurasi 35 detik itu, nampak seorang perempuan inisial S memakai jilbab dan baju coklat cekcok dengan pria yang berada di hadapannya.
Adu mulut kedua peserta jalan sehat tersebut seharusnya sudah bisa di redam oleh peserta yang lain, akan tetapi korban S tidak terima karena mendapat kekerasan fisik yang dilakukan oleh pelaku dengan cara menarik paksa tangan kirinya.
Tak ingin diperlakukan dengan cara kekerasan fisik, korban S lantaran melakukan perlawanan dengan cara menendang pria yang telah menariknya itu.
Setelah korban S membalas perlakuan pria yang menurutnya sepadan dengan sakit yang ia rasakan, tiba-tiba pria paruh baya dengan menggunakan tangan kiri memukuli korban S.
Melihat aksi pemukulan terhadap korban S, sontak peserta yang lain segera melerai keduanya, tetapi si pria dengan menggunakan tangan kanan kembali menyerang korban.
Menurut salah satu saksi yang sempat menyaksikan peristiwa tersebut, terjadi karena adanya miskomunikasi, lantaran masalah kupon jalan sehat.
“Persoalan ini awalnya sepele, berhubung tensi sudah naik terjadilah aksi yang berujung pemukulan ini,” ungkap Sandi.
Sandi juga menyayangkan sikap dari pria yang belum diketahui identitasnya itu, karena sudah melakukan kekerasan fisik terhadap orang lain yang semestinya tidak pantas untuk dilakukan.
“Saya sangat menyayangkan sikap dari pria paruh baya itu, karena sudah melakukan kekerasan terhadap perempuan,” katanya.
Adapun terkait dengan peristiwa kekerasan fisik yang terjadi belum diketahui secara pasti apakah akan berlanjut ke proses hukum atau tidak karena minimnya informasi yang diberikan oleh sejumlah saksi juga karena mereka tidak saling mengenal satu sama lain.
(sattar)











