SAMPIT – Warga Desa Tumbang Koling, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendesak agar perusahaan perkebunan sekitar Desa Tumbang Koling segera mengadakan pengerukan sungai Cempaga menggunakan excavator, karena arus sungai yang tersumbat diduga menjadi salah satu penyebab banjir.
Salah satu warga, Mering Eser berharap ada solusi terhadap sering terjadinya banjir yang melanda daerah mereka, baik dari pihak swasta maupun pemerintah. Ia juga menyampaikan agar pemerintah daerah, khususnya Pemda Kotim, bertanggung jawab atas dampak banjir yang sering terjadi, yang merugikan warga setempat.
“Kami juga berharap Pak Bupati bisa mencari solusi, seperti relokasi atau pemindahan perkampungan warga yang terdampak,” ujarnya, Senin 6 Januari 2025.
Mering mendesak langkah-langkah nyata diambil agar kejadian serupa tidak terulang, mengingat banjir kali ini merupakan yang terbesar dibandingkan sebelumnya.
Menurutnya, kerusakan lingkungan akibat berkurangnya hutan dan pembangunan infrastruktur perkebunan sawit di sekitar desa juga menjadi faktor utama penyebab banjir. Sehingga mereka juga harus bertanggung jawab.
Sementara itu Kades Tumbang Koling, Iyul T Isa, sebelumnya menginformasikan bahwa banjir akibat hujan deras pada Sabtu, 4 Januari 2025 malam.
“Sudah mulai surut pada Minggu siang, dengan ketinggian air yang mencapai 75 cm menjadi 25 cm pada siang hari 12.00 WIB,” ungkapnya.
Meskipun tidak ada korban jiwa, 23 Kepala Keluarga di RT 03 dan RT 04 RW 02 rumahnya terendam air.
(nardi)












