Anak Kandung Pasien Viral Tegaskan Sudah Mendapat Layanan di RSUD Murjani

NARDI/BERITASAMPIT - RSUD dr Murjani Sampit.

SAMPIT – Anak kandung pasien bernama Sarni, yang sempat viral diduga tak mendapat layanan di RSUD dr Murjani Sampit, Timur (Kotim) karena tidak lengkap administrasi memberikan klarifikasi dan membantah berita yang beredar.

Wendi menegaskan bahwa ibunya selama ini mendapatkan pelayanan rumah sakit dengan baik dan tidak ada masalah.

“Kami sudah dilayani dengan baik, diberi obat, dilakukan rontgen dan hasil pemeriksaan menyatakan ibu saya bisa rawat jalan sehingga diperbolehkan pulang. Tidak benar bahwa kami tidak dilayani atau disuruh pulang karena administrasi tidak lengkap,” katanya, Rabu 8 Januari 2025.

Ia juga menyampaikan bahwa keluarga tidak tahu ada yang merekam video saat mereka meninggalkan rumah sakit.

“Kami terkejut tiba-tiba ada video itu viral dengan narasi yang tidak sesuai. Intinya, pelayanan yang kami dapatkan baik, dan kami tidak bermasalah dengan pihak rumah sakit,” tambahnya.

Ibunya selama ini rutin menjalani rawat jalan karena penyakit paru-paru. Ia menyatakan bahwa keluarganya sibuk mengurus Sarni sehingga belum sempat memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang beredar.

“Semoga dengan ini bisa meluruskan informasi yang ada bahwa di video yang viral itu tidak benar,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Kotim Irawati juga menjelaskan bahwa pasien telah dilayani sesuai prosedur operasional standar (SOP). “Pasien datang pukul 9 pagi, diperiksa, dan pulang pukul 4 sore karena tidak memerlukan rawat inap. Semua berjalan sesuai SOP,” ungkap Irawati melalui media sosialnya.

Ia juga menjelaskan bahwa narasi dalam video yang menyebut pasien ditolak karena tidak membawa surat rujukan dan dokumen BPJS tidak lengkap adalah tidak benar. “Pelayanan sudah diberikan, dan pasien dipersilakan pulang untuk kembali dirujuk ke poli paru,” tambahnya.

baca juga ...  Realisasi Pendapatan dan Belanja Kotim 2025 Capai 88,99 Persen

Diketahui bahwa video viral sebelumnya menyebutkan bahwa pasien Sarni diduga ditolak pihak rumah sakit karena tidak memiliki surat rujukan dan dokumen BPJS yang lengkap. Hal ini sempat memicu perhatian publik.

Diberitakan sebelumnya muncul video viral yang memperlihatkan salah satu pasien RSUD dr Murjani Sampit diduga ditolak lantaran tidak lengkap administrasi BPJS.

Menurut keluarga pasien Isapri, alasan pihak rumah sakit adalah karena Sarni tidak membawa surat rujukan dari puskesmas setempat dan dokumen persyaratan BPJS juga tidak lengkap.

“Saya bingung, kenapa surat rujukan atau dokumen persyaratan tidak bisa menyusul, bukankah pelayanan seharusnya mendahulukan kondisi darurat? Ini sudah sekarat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu 5 Januari 2025.

(Nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!