Jauhari, Petani Muda Warga Kumai Sukses Kembangkan Tanaman Buah Alpukat

MAN/BERITA SAMPIT : Jauhari di kebun alpukat miliknya (kiri), istri Jauhari saat memperlihatkan buah alpukat yang baru di panen (kakan).

PANGKALAN BUN – Seorang petani muda, Jauhari berhasil mengembangkan tanaman alpukat. Di atas lahan 2 hektar di dusun Sungai Sintuk, Kecamatan Kumai, Kabupaten Barat, pada panen keduanya menghasil 460 kilogram (kg), bahkan tidak sampai 24 jam ludes terjual.

Jauhari menyampaikan bahwa dirinya termotivasi kembangkan tanaman alpukat, mengingat buah merupakan super food ini mengandung lemak yang sehat, kaya akan protein, serat serta mengandung aneka vitamin dan mineral yang baik bagi jantung.

“Motivasi lainnya karena saya ingin mencari tanaman alternatif yang tidak hanya bergantung pada kebun sawit saja. Sebenarnya kebun untuk alpukat ini awalnya saya tanam karet, karena hasilnya tidak begitu memuaskan maka saya pun putar haluan dan mulai 2021 saya ganti dengan menanam alpukat dengan berbagai varian seperti Miki, Aligator, Roro dan Red Vietnam,” kata Jauhari, Minggu 26 Januari 2025.

Jauhari pun mengisahkan pengalamannya saat pertama mulai menanam bibit alpukat, dari 1000 batang bibit, 600 batang bibit mati karena terkena jamur. Namun hal itu tidak membuatnya patah semangat. 400 batang bibit yang masih hidup pun akhirnya bisa bertahan dan kini menghasilkan buah dengan kualitas terbaik, baik, ketebalan daging dan rasanya.

“Saya ini otodidak saja dan nekat menanam alpukat ini, tetapi alhamdulillah seiring waktu saya bergabung dengan komunitas petani alpukat, disitu saya mendapatkan ilmu dan juga shering sesama petani. Alhamdulillah dari 400 batang, 300 batang telah panen, dimana panen perdana pada tahun 2024 lalu,” ujar Jauhari.

Dikatakan Jauhari,  pada panen perdana dari 300 batang menghasilkan 2 ton alpukat. Disaat itu di jual ke pembeli Rp25 ribu/kg. Selanjutnya pada awal tahun ini adalah panen kedua menghasilkan 450 kg, dijual dengan harga Rp40 ribu/kg.

baca juga ...  Juni Gultom, Dipercaya Jabat Kepala Dinas PUPR Kalteng

Jauhari mengakui buah alpukat yang dia tanam menghasilkan kualitas terbaik. Rata-rata untuk varian miki besarnya mencapai 500 gram per satu buah. Sementara untuk varian Aligator, roro dan Red Vietnam mencapai 600 gram, bahkan mencapai ukuran 1 kg per buah.

“Kunci atas keberhasilan itu adalah sabar, ulet dan jangan mudah menyerah, seperti yang saya alami menanam alpukat ini yang awalnya banyak bibit yang mati tapi saya tidak mau putus asa, terus menggali ilmu yang akhirnya menghasilkan buah berkualitas. Semuanya ini pun berkat dukungan kuat dari istri saya tercinta karena kami punya hobi yang sama yakni bercocok tanam. Insyaallah akan saya kembangkan lagi tanaman alpukat ini, paling tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kobar,” imbuh Jauhari dengan penuh optimis.

(man)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!