Wahyu Akbar Jadi Doktor Usai Teliti Living Syariah Kapal Dagang di Sungai Barito

IST/BERITASAMPIT - Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FEBI UIN , Wahyu Akbar, berfoto bersama pimpinan sidang, promotor, ko-promotor, dan tim penguji usai Ujian Promosi Doktor Program Studi S3 Ilmu Syariah Pascasarjana UIN Antasari, Kamis, 2 Juli 2026.

– Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FEBI UIN , Wahyu Akbar, meraih gelar doktor usai mempertahankan disertasinya dalam Ujian Promosi Doktor Program Studi S3 Ilmu Syariah Pascasarjana UIN Antasari, Kamis, 2 Juli 2026.

Disertasi berjudul “Konstruksi Living Syariah dalam Aktivitas Ekonomi pada Kapal-Kapal Dagang di Sungai Barito ” mengkaji praktik nilai-nilai syariah yang hidup dalam aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Sungai Barito.

Dalam sidang yang dipimpin Rektor UIN Antasari, Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd., Wahyu dinyatakan lulus dengan nilai 93,8 atau predikat amat baik.

Rektor UIN Antasari mengingatkan agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada capaian akademik, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Maka ilmu yang Anda peroleh ini agar diimplementasikan untuk membawa maslahat dan menjawab berbagai tantangan dinamis dalam aktivitas ekonomi masyarakat saat ini,” ujarnya.

Penelitian tersebut mendapat apresiasi dari Rektor IAIN periode 2014-2019, Prof. Dr. Ibnu Elmi A.S. Pelu, M.H.

Menurutnya, disertasi tersebut mengangkat realitas yang selama ini hidup di tengah masyarakat, tetapi belum banyak dikaji secara ilmiah.

“Kajian ini sebetulnya adalah kajian yang betul-betul living syariah, yaitu nilai-nilainya hidup dengan tradisi masyarakat,” katanya.

Wahyu menjelaskan penelitian tersebut dilakukan selama sekitar delapan bulan dengan turun langsung ke kapal-kapal dagang di Sungai Barito.

Menurutnya, riset itu bertujuan membuktikan bahwa nilai-nilai ekonomi syariah tidak hanya berkembang di lembaga keuangan formal, tetapi juga tumbuh dalam praktik ekonomi masyarakat.

“Alhamdulillah, semoga UIN Antasari semakin maju dan terus mencetak cendekiawan serta akademisi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dekan FEBI UIN , Dr. Hj. Tri Hidayati, S.H.I., M.H., turut mengapresiasi capaian tersebut. Ia berharap keberhasilan Wahyu menjadi motivasi bagi dosen lain untuk meningkatkan kompetensi akademik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pascasarjana UIN Antasari yang telah memberikan fasilitas luar biasa dalam meningkatkan kualitas SDM dosen kami. Ini menjadi berkah bagi pengembangan FEBI UIN ,” katanya.

Sementara itu, promotor Wahyu, Prof. Dr. H. Akh. Fauzi Aseri, M.A., berharap hasil penelitian tersebut tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi terus dikembangkan melalui publikasi dan pengabdian kepada masyarakat.

“Anda diharapkan terus berkontribusi, baik melalui tulisan maupun pembimbingan. Semoga penelitian ini bermanfaat bagi dunia ilmiah dan Banua,” ujarnya.

Dalam sidang tersebut, Wahyu dibimbing oleh Prof. Dr. H. Akh. Fauzi Aseri, M.A. selaku promotor dan Dr. H. Nurul Khasyi'in, Lc., M.A. sebagai ko-promotor.

Sementara itu, tim penguji terdiri atas Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.A. selaku penguji utama, Dr. Jefry Tarantang, S.Sy., S.H., M.H. sebagai penguji eksternal, serta Prof. Dr. Hj. Gusti Muzainah, M.H.

(Sya'ban)

baca juga ...  Djarot Minta Gubernur Kalteng Setop Alih Fungsi Lahan, Ingatkan Pesan Megawati: Politik Adalah Merawat Hidup
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!