SAMPIT – Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, tiga kasus kebakaran melanda sejumlah bangunan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kejadian ini menimbulkan kepanikan di masyarakat, mengingat intensitas dan rentang waktu kejadian yang berdekatan. Jumat 31 Januari 2025.
Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim, insiden pertama terjadi pada pukul 07.31 WIB. Api melahap dua unit rumah, sementara dua rumah lainnya terdampak akibat kobaran api yang menyebar dengan cepat. Petugas pemadam kebakaran bekerja keras untuk mengendalikan situasi, dan api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 09.30 WIB.
Penyebabnya diduga adanya kelalaian dari salah satu pemilik bangunan dengan kepala keluarga Salman (69) bersama lima orang anggota keluarga, Selati, M Yusuf (64) bersama 8 orang keluarga dan Napi (68) bersama delapan orang anggota keluarga.
“Adapun kerugiannya mencapai kurang lebih Rp800 juta dan beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu,” kata Plt Kepala Disdamkarmat Kotim Aty Maaharini.
Lokasi kedua berada di Gang Delima Kuning, RT 020, RW 002, Jalan Muchran Ali, Kecamatan Baamang menimpa bangunan berupa rumah warga, petugas menerima informasi sekitar pukul 09.42 WIB.
Adapun di lokasi itu setidaknya menghanguskan empat unit rumah dan dua unit rumah lain terdampak, api bisa dikendalikan sekitar pukul 11.05 WIB.
Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat insiden yang terjadi di kawasan tersebut. Para pemilik rumah yang menjadi korban dalam kejadian ini adalah Purnamawati, Zulkipli, Beni Purwanto, dan Irwansyah. Sementara itu, beberapa rumah lain yang terdampak milik Rawan (50), Sahril (75), dan Deprianto.
“Kerugiannya seluruhnya di lokasi kedua mencapai kurang lebih Rp 500 Juta,” sebutnya Aty.
Di lokasi ketiga yaitu kantin sekolah di SDN 6 Pelangsian, Desa Bangkuang Makmur, Kampung Belanti, Kecamatan MB Ketapang yang mana menghanguskan satu bangunan dua pintu kantin.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 WIB dan bangunan yang terbuat dari kontruksi semi permanen itu rata dengan tanah.
Beruntung api tidak cepat menjalar ke bangunan ruang kelas sekolah karena warga dan petugas pemadam kebakaran dengan sigap memadamkan api.
Hingga kini belum diketahui berapa kerugian akibat musibah tersebut dan beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun barang berharga di dalamnya tidak sempat diselamatkan.
(Jimmy)












