Laporan: Maman Wiharja (Wartawan Senior-beritasampit.com )
Jelang berakhirnya jabatan H. Budi Santosa Sudarmadi, M.Si., sebagai Penjabat (Pj) Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) dan Hj. Harli Saparia selaku Ketua TP PKK Kobar, yang informasinya direncanakan 20 Februari 2025, akan dilaksanakan serah terima jabatan di Mendari Jakarta, penulis yakin masyarakat Kobar banyak yang merasa kehilangan.
Sosok Pj Bupati Kobar dan Ketua TP PKK Kobar sangat bersahaja dan rendah hati, serta banyak memberikan contoh ketauladanan baik kepada masyarakat maupun kepada jajaran PNS, bagaimana cara menata sejumlah program Pembangunan di Kabupaten Kobar.
Pengamatan penulis, Budi Santosa Sudarmadi, selain dikenal ramah juga merupakan pribadi yang periang. Dikala sedang bercanda banyak kalimat yang penuh anekdot terlontar, sehingga suasana, menjadi penuh keceriaan.
Diketahui, Budi Santosa Sudarmadi dilantik Gubernur Kalteng Sugianto Sabran di Aula Jayang Tingang, mengganti Pj. Bupati Kobar terdahulu Anang Dirjo. Pada waktu yang sama Gubernur juga melantik Pj Bupati Barito Selatan Deddy Winarwan, menggantikan Lisda Arriyana.
Budi Santosa Sudarmadi, yang memiliki gelar Doctor, lahir 26 Mei 1968 di Madiun Jawa Timur. Sebelum bertugas sebagai Pj Bupati Kobar, jabatannya di Kemendagri RI sebagai Direktur BUMD, BLUD, dan Barang Milik Daerah, Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah.
Menguak biografi Pendidikan formalnya, Budi Santosa Sudarmadi lulus sekolah dasar di SD Negeri 1 Petungrejo Kabupaten Magetan tahun 1981. Tahun 1984 lulus SMP Negeri 1 Kawedanan Kabupaten Magetan dan tahun 1987 lulus SMA Negeri 1 Kawedanan Kabupaten Magetan.
Budi Santosa Sudarmadi kemudian melanjutkan pendidikan Strata 1 (S-1) Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang, lulus tahun 1991, serta program Strata 2 (S-2) Magister Ilmu Pemerintahan Program Kerjasama Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta dan Universitas Padjadjaran Bandung lulus tahun 2008.
Tepatnya pada 18 April 2022, Budi Santosa berhasil menyelesaikan studi Strata 3 (S-3) di bidang ilmu pemerintahan Kampus IPDN Cilandak Jakarta Selatan, dan lulus dengan predikat memuaskan.
Adapun pengalaman Budi Santosa menjadi ASN di mulai di Kementerian Dalam Nageri RI pada tahun 1994 sebagai Staf di Bagian Perencanaan Sekretariat Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah (Ditjen PUOD), pada tahun 1995-1999 Staf di Direktorat Bina Pemerintahan Daerah Ditjen PUOD.
Singkatnya selama bertugas sebagai Pj Bupati Kobar (27 Mei 2023 – 20 Februari 2025) telah banyak menorehkan penghargaan dan untuk Kabupaten Kobar, baik dari tingkat regional maupun nasional.
Pj Bupati Kobar Budi Santosa menyampaikan pesan, sekaligus mohon pamit saat menerima audensi jajaran Ketua, Pengurus dan Anggota PWI Kobar Selasa, 18 Februari 2025, bahwa dirinya sangat mengapresiasi capaian kinerja Sekretariat Daerah pada tahun anggaran 2024 yang mencapai 97,6 persen.
Selain itu juga mengapresiasi kepada seluruh jajaran Anggota PWI Kobar, yang selama tugasnya mendapat dukungan penuh dari insan pers .“ Kami atas nama pribadi dan keluarga, mohon pamit dan mengucapkan terimakasi kepada seluruh jajaran PWI Kobar, kami juga mohon maaf , atas nama pemerintah saat bertugas sebagai Pj.Bupati Kobar untuk melayani para wartawan belum maksimal,“ kata Budi Santosa Sudarmadi, penuh haru, didamping Sekda Kobar Rody Iskandar dan Asisten Safruddin.
Budi Santosa, melalui media titip pesan kepada seluruh ASN Kabupaten Kobar, untuk tetap mempertahankan pretasi hasil Pembangunan tahun 2024. “Ini prestasi yang sangat baik, dan capaian ini lebih tinggi dari catatan tahun sebelumnya,” ujarnya.
“Capaian tersebut dinilai menjadi bukti komitmen ASN di kabupaten Kobar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka,” ungkapnya.
Menyusul Ketua PWI Kobar Syamsudin Danuri, atas nama jajaran Anggota PWI mengucapkan selamat jalan, selamat bertugas kembali di Kemendagri RI. “Dengan kehadiran Bapak sebagai Penjabat Bupati Kobar, lama kelamaan kami semua merasa memiliki seorang ayah. Untuk itu kami juga mengucapkan terimakasih, atas bentuk perhatiannya kepada PWI Kobar. Dan jangan sampai lupa PWI dan Kota Pangkalan Bun,“ pungas Syamsudin Danuri.(*)












