SAMPIT – Penjabat Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur (Kotim) Sanggul Lumban Gaol secara resmi membuka Gebyar UMKM sekaligus meresmikan Swalayan UMKM yang berlokasi di Pasar Rakyat Mentaya, Jalan Yos Sudarso Sampit, pada Sabtu 15 Februari 2025.
Sanggul menegaskan bahwa acara ini merupakan wujud komitmen bersama dalam mendukung dan mendorong pertumbuhan UMKM di Kotim. Menurutnya, UMKM bukan hanya menjadi tulang punggung perekonomian, tetapi juga simbol kemandirian, kreativitas, dan inovasi masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi semangat serta kerja keras para pelaku UMKM yang telah berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Gebyar UMKM ini tidak sekadar menjadi ajang pameran, tetapi juga menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk berkolaborasi, saling belajar, serta memperluas pasar. Selain itu, ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan digitalisasi agar produk lokal bisa bersaing di tingkat nasional.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan melalui pelatihan, akses permodalan, maupun perluasan pasar.
“Jadikan UMKM sebagai motor penggerak pembangunan daerah yang berkelanjutan,” kata Sanggul.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kotim, Fahrujiansyah, menjelaskan bahwa bangunan Swalayan UMKM sebenarnya sudah siap sejak 2022, dengan berbagai peralatan pendukung seperti meja kasir, rak, tempat bermain anak, serta lampu depan bertuliskan Swalayan UMKM yang telah dianggarkan pada 2023.
“Melihat kondisi yang ada, kami dari Dinas Koperasi dan UMKM berinisiatif mengaktifkan fasilitas yang tersedia agar tidak terbengkalai serta menjadi sorotan masyarakat,” ujarnya.
Fahrujiansyah berharap swalayan ini bisa menjadi wadah bagi pelaku usaha di Kotim untuk memasarkan produknya. Dengan adanya Swalayan UMKM, masyarakat, baik dari dalam maupun luar Kotim, dapat dengan mudah menemukan dan membeli produk khas daerah.
Gebyar UMKM dan launching Swalayan UMKM berlangsung di tiga lokasi, yakni Panggung utama di sepanjang Jalan Yos Sudarso, yang diisi oleh sebelas tenda dari sebelas asosiasi UMKM di Kotim. Sedangkan halaman Museum Kayu, menjadi lokasi kegiatan Pasar Rakyat dengan 42 tenda, serta Swalayan UMKM, yang menjadi pusat pemasaran produk lokal.
Kegiatan ini akan berlangsung selama satu minggu, mulai 15 hingga 22 Februari 2025. Beragam acara turut memeriahkan kegiatan, di antaranya lomba tarian daerah, parade musik DJ, parade band, lomba fashion show, parade habsy, zumba/dance fit, stand-up comedy, serta hiburan dari artis ibu kota. (nardi)












