SAMPIT – Palang Merah Indonesia (PMI) Kotawaringin Timur (Kotim) mendapat perhatian khusus dari anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Abdul Hafid, yang turun langsung menyerap aspirasi dalam kunjungannya, Senin 24 Februari 2025.
Dalam kunjungan resesnya ke Markas PMI Kotim, Hafid melihat dari dekat layanan donor darah serta mendengarkan berbagai masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut. Kedatangannya disambut hangat oleh jajaran PMI Kotim, termasuk dr. Faisal Novendra Cahyanto selaku Pengurus PMI Kotim, dr. Aldila Tiurmawati Lumban Gaol sebagai Kepala Unit Transfusi Darah (UTD), dan Kepala Markas PMI Kotim Muhammad Alexander.
Hafid menegaskan bahwa PMI memegang peran krusial dalam menyediakan darah bagi masyarakat serta dalam kesiapsiagaan tanggap darurat.
Hal itulah yang menjadi alasan dirinya menjadikan PMI tujuan reses untuk menyerap masukan aspirasi disana yang tentunya untuk kepentingan masyarakat luas.
“Karena saya baru duduk di DPRD, masukan ini akan kami sampaikan dalam APBD 2026, tetapi kami juga akan melihat kemungkinan memasukkannya ke dalam APBD Perubahan 2025. Saya siap mengawal aspirasi ini ke pemerintah provinsi memberikan perhatian lebih kepada PMI Kotim,” katanya.
Hafid menyampaikan terkait usulan pengadaan kendaraan operasional nantinya bisa secara bertahap, hal ini memang penting untuk menunjang kegiatan PMI di kecamatan-kecamatan yang jauh dari ibukota.
Ia mengapresiasi capaian Akreditasi Paripurna Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kotim dan berharap layanan ini terus berkembang demi kepentingan masyarakat luas.
“Ini bukti PMI terus berkembang menjadi lebih baik. Semangat terus untuk jajaran PMI Kotim dalam meningkatkan layanan bagi masyarakat,” tutup anggota dewan dari Partai Amanat Nasional atau PAN ini.
Sementara itu, Pengurus PMI Kotim dr Faisal Novendra Cahyanto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Abdul Hafid. Ia menegaskan bahwa UTD PMI Kotim merupakan satu-satunya di Kalteng yang telah terakreditasi Paripurna.
Selain melayani kebutuhan darah di Kotim, PMI juga membantu daerah lain seperti Palangka Raya dan Pangkalan Bun.
“PMI Kotim tidak hanya menyediakan darah untuk daerah ini, tetapi juga menjadi tulang punggung bagi wilayah sekitarnya,” ungkapnya.
(Nardi)












