SAMPIT – Palang Merah Indonesia (PMI) Kotawaringin Timur (Kotim) mengusulkan agar Gedung Wanita dihibahkan untuk dijadikan klinik sebagai bagian dari persiapan akreditasi.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim, Sanggul Lumban Gaol, mendukung hal tersebut yang sejalan dengan rencana pengembangan layanan kesehatan di Kotim.
“Kita lihat nanti, akan saya sampaikan ke Bupati terkait usulan ini. Jika memungkinkan tahun ini langsung untuk pengembangan ke depan. Memang saat ini terasa cukup sesak, sehingga perlu ada penunjang tambahan,” ujar Sanggul saat hadir dalam acara Buka Puasa Bersama PMI dan Pemkab Kotim, Kamis 13 Maret 2025.
Ia juga menyampaikan bahwa PMI Kotim mendapat bantuan aspirasi dari DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Abdul Hafid mengalokasikan Rp500 juta untuk pembelian alat donor darah. Sementara Modika Latifah menyalurkan Rp300 juta yang akan digunakan untuk kepentingan Unit Transfusi Darah (UTD) dan pembangunan lainnya.
“Kami berterima kasih atas dukungan dari anggota DPRD yang telah membantu PMI. Dengan adanya dana ini, bisa mengembangkan fasilitas lebih lanjut, termasuk rencana pembangunan di lantai dua,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sanggul menegaskan bahwa PMI Kotim memiliki cita-cita besar untuk membangun klinik sendiri agar semakin berperan dalam pelayanan kesehatan di Kotim dan Kalteng. Ia juga menyebut kemungkinan dr Faisal Novendra Cahyanto menjadi Ketua Klinik nantinya.
“Ada klinik PMI di wilayah lain yang sudah maju. Maka bisa saja Kotim juga ikut membangun, bahkan ke depannya bisa saja membangun rumah sakit PMI, sekarang klinik dulu,” ujarnya.
Pengembangan tersebut akan semakin menunjang kegiatan kemanusiaan, wacana ini perlu dukungan penuh, termasuk dari Dinas Kesehatan Kotim.
PMI Kotim saat ini telah mencapai akreditasi paripurna untuk Unit Donor Darah di Kalteng, dan dengan adanya pengembangan ini, diharapkan terus menjadi contoh dan perannya semakin eksis di masa mendatang. (nardi)












