PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) siap tancap gas memperkuat Reformasi Birokrasi (RB) Tematik di 2025! Langkah ini bukan sekadar formalitas, tetapi strategi nyata untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Empat fokus utama jadi prioritas: pengurangan kemiskinan, peningkatan investasi, digitalisasi, dan penguatan belanja produk dalam negeri. Dengan reformasi ini, diharapkan pelayanan publik makin cepat, ekonomi daerah makin bergairah, dan kesejahteraan rakyat semakin meningkat.
Plt. Kepala Biro Organisasi, Betri Susilawati, menegaskan bahwa keberhasilan RB tidak hanya diukur dari indeks yang tinggi, tetapi juga dari bagaimana kebijakan dan program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“RB Tematik mendorong birokrasi agar lebih berorientasi pada hasil nyata. Oleh karena itu, setiap perangkat daerah harus memastikan program dan kegiatan mereka selaras dengan target utama RB, bukan sekadar memenuhi administrasi,” jelas Betri dalam rapat koordinasi Tim RB di Ruang Rapat Biro Organisasi, Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Kamis 13 Maret 2025.
Salah satu tantangan utama dalam RB Tematik adalah memastikan koordinasi yang efektif antara perangkat daerah dengan kementerian atau lembaga terkait dalam pemenuhan data dukung.
Kepala Bagian RB dan Akuntabilitas Kinerja, Yosias, mengingatkan agar setiap perangkat daerah segera melakukan sinkronisasi data dan menyusun strategi yang lebih konkret dalam mendukung pelaksanaan RB Tematik.
“Kita harus memastikan bahwa data yang kita laporkan valid dan sesuai dengan standar kementerian. Selain itu, program-program yang berkaitan dengan investasi, digitalisasi, dan penguatan belanja produk dalam negeri harus benar-benar dieksekusi dengan baik agar dampaknya terasa,” tegasnya.
Pemprov Kalteng juga mendorong pembentukan Tim Kerja Internal di masing-masing perangkat daerah serta menunjuk admin portal RB per indikator untuk mempermudah monitoring dan evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi.
Dengan langkah ini, diharapkan reformasi birokrasi di Kalimantan Tengah tidak hanya meningkatkan indeks RB, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
(Sya'ban)












