SAMPIT – Para pedagang di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit Kotawaringin Timur (Kotim) mengeluhkan kondisi pasar yang kotor, bau, dan rusak akibat drainase yang buruk. Kondisi ini yang membuat warga enggan berkunjung dan berdampak pada penurunan minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tersebut.
“Di area pasar ikan lantainya banyak berlubang, sehingga air ikan tergenang menimbulkan bau tak sedap. Selain itu, gorong-gorong juga bau,” ujar seorang pedagang Siti, Kamis 20 Maret 2025.
Selain masalah kebersihan, pedagang juga membantah anggapan bahwa harga-harga ikan di Pasar PPM lebih mahal dibandingkan tempat lain.
“Sebagai contoh harga ayam di sini sekitar Rp30.000 hingga Rp32.000 per kilogram, sama seperti pedagang di pinggir jalan. Jika membeli dalam jumlah partai, bisa Rp26.000 hingga Rp27.000 per kilogram,” tambahnya.
Para pedagang berharap pemerintah daerah memperhatikan kondisi pasar dengan memperbaiki lantai, drainase, membersihkan gorong-gorong, dan menata ulang pedagang yang berjualan di luar area resmi.
Sehingga bisa bersih dan tidak bau, membuat suasana nyaman. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk kembali berbelanja di Pasar PPM. (nardi)












