Ketua DPRD Kotim Sebut Ada Dugaan Monopoli Distributor Pakan Ternak

SAMPIT – Peternakan di (Kotim) terus menunjukkan perkembangan, baik di sektor unggas maupun perikanan. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, para peternak menghadapi kendala serius berupa tingginya harga pakan ternak.

Kondisi ini memicu keluhan dari banyak peternak yang merasa terbebani, terutama dengan dugaan adanya monopoli dalam distribusi pakan.

Ketua DPRD Kotim Rimbun mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim untuk mendatangkan distributor pakan ternak ke daerah tersebut.

“Ada dugaan monopoli dalam distribusi pakan ayam dan ikan yang menyebabkan harga jual di tingkat peternak menjadi mahal,” kata Rimbun, Selasa 25 Maret 2025.

Banyak peternak di Kotim mengeluhkan harga pakan yang tidak terjangkau. Oleh karena itu, ia meminta Pemkab Kotim mengambil langkah tegas untuk menghadirkan distributor-distributor baru guna menciptakan persaingan sehat di pasar pakan ternak.

Di sisi lain, Politisi PDIP ini juga menyoroti dampak dari penyitaan lahan plasma oleh Satgas Pusat Penanganan Kelapa Sawit Ilegal (PKH). Menurutnya, masyarakat yang lahannya disita merasa kehilangan sumber penghasilan.

“Banyak masyarakat yang pusing karena kehilangan sumber pendapatan dari plasma. Pemerintah harus hadir memberikan solusi, seperti mendorong pengembangan budidaya ikan dan ayam dengan harga pakan yang terjangkau,” tegasnya.

Ia berharap langkah konkret dari Pemkab Kotim dapat segera dilakukan agar masyarakat, khususnya peternak, bisa mendapatkan akses pakan ternak dengan harga yang lebih wajar. (nardi)

baca juga ...  DPRD Kotim Pertanyakan Profesionalitas Kepolisian Karena Mandeknya Kasus Pemerkosaan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!