KUALA KAPUAS – Saat musim panen tiba, harga gabah sering kali menjadi kekhawatiran tersendiri bagi petani. Menjawab persoalan itu, Perum Bulog Kantor Cabang Kuala Kapuas bersama Kodim 1011/Klk langsung tancap gas menyerap Gabah Kering Panen (GKP) dari para petani di dua wilayah: Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Kementerian Pertanian RI. Tak hanya hadir untuk menyerap hasil tani, Bulog juga berkomitmen menjaga harga tetap stabil agar petani tidak merugi. Hingga akhir Maret 2025, capaian penyerapan Bulog Kapuas telah menyentuh angka 956,40 ton, melampaui target tahunan 825 ton.
Kolaborasi antara Bulog dan TNI Angkatan Darat ini diperkuat lewat peran aktif Babinsa Kodim 1011/Klk serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dari dinas pertanian setempat. Mereka turun langsung ke sawah, memastikan gabah petani terserap optimal dan tidak jatuh ke tengkulak.
“Ini bukan sekadar soal penyerapan gabah, tapi juga menyangkut kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional. Kami siap kawal penuh di lapangan,” tegas Dandim 1011/Klk, Letkol Inf Pamungkas Army Saputro, Minggu 6 April 2025.
Menurutnya, kerja sama lintas sektor sangat penting, apalagi menghadapi panen raya. Penyerapan yang tepat waktu akan membantu petani mendapatkan harga yang layak serta menghindari penumpukan hasil panen yang tidak tertangani.
Dengan sinergi seperti ini, pemerintah berharap tak hanya stok pangan aman, tapi semangat petani pun tetap terjaga untuk terus bertani demi negeri. (ds)












