PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, membuat heboh jagat maya setelah aksinya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Biro Umum Sekretariat Daerah terekam dalam sebuah video berdurasi hampir tujuh menit.
Dalam video yang viral sejak awal pekan ini, Agustiar tampak mengenakan batik biru dan berjalan masuk ke area lobi kantor. Yang mengejutkan, suasana kantor terlihat sepi meski waktu menunjukkan sudah memasuki jam kerja. Hanya seorang resepsionis yang terlihat berjaga saat orang nomor satu di Kalteng itu mulai menanyakan kehadiran pegawai lainnya.
“Siapa yang jaga di sini? Ada berapa orang?” tanya Agustiar.
Resepsionis menjawab bahwa rekannya belum hadir. Gubernur kemudian meminta asistennya, Sigit Widodo, untuk mencatat nama pegawai yang absen.
Sidak berlanjut ke ruang kerja pegawai. Di sana, Gubernur kembali menemukan sejumlah meja kosong. Salah satu pegawai menjelaskan bahwa rekannya, Deri, sedang bertugas di luar. Namun Agustiar tak langsung percaya.
“Tugas luar atau bukan? Wakilnya siapa? Coba dicek benar-benar,” ucapnya.
Ia kembali memerintahkan asistennya mencatat keterangan tersebut untuk diverifikasi.
Video ini langsung memantik reaksi publik. Di berbagai kolom komentar media sosial, banyak warganet yang mengapresiasi ketegasan gubernur. Beberapa juga mempertanyakan kedisiplinan aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov Kalteng.
Dikonfirmasi terpisah, Sigit Widodo membenarkan bahwa sidak dilakukan pada Rabu pagi, 10 April 2025, saat jam kerja ASN sudah berlangsung.
“Pak Gubernur langsung turun ke lapangan, ingin melihat langsung bagaimana kedisiplinan para pegawai,” ujar Sigit, Selasa, 15 April.
Ia menambahkan, ada sejumlah pegawai yang nantinya akan diberikan sanksi sesuai regulasi yang berlaku.
“Sanksi mengacu pada PP 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS dan PP 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK,” tuturnya.
Gubernur yang dikenal vokal soal pelayanan publik telah berulang kali menegaskan bahwa disiplin adalah fondasi utama pemerintahan yang melayani.
“Kalau kita ingin dipercaya rakyat, kita harus hadir dulu untuk mereka,” kata Agustiar dalam sebuah kesempatan sebelumnya.
Sidak itu tampaknya menjadi peringatan keras bagi jajaran Pemprov Kalteng. Bukan hanya soal kehadiran fisik, tetapi juga komitmen moral untuk bekerja secara profesional dan bertanggung jawab.
(Sya'ban)












