SAMPIT – Jumlah rumah sakit yang terbatas di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi salah satu alasan mengapa banyak dokter memilih hengkang ke daerah lain. Hal ini diungkapkan Anggota DPRD Kotim Fraksi PKB, Zainuddin.
Menurutnya, dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 448.000 jiwa, Kotim saat ini hanya memiliki satu rumah sakit umum, yakni RSUD dr Murjani Sampit. Kondisi ini dinilai belum mampu menopang kebutuhan layanan kesehatan dan pengembangan karier tenaga medis.
“Banyak dokter akhirnya memilih keluar daerah karena merasa kurang bisa menyalurkan ilmu dan keahliannya. Mereka butuh lebih dari satu tempat praktik yang bisa menunjang pengembangan diri,” ujarnya, Kamis 24 April 2025.
Zainuddin juga menyoroti perbandingan dengan daerah lain seperti Palangka Raya dan Banjarbaru. Meski penduduknya lebih sedikit, kedua wilayah itu memiliki lebih banyak rumah sakit dan fasilitas medis.
“Di Banjarbaru ada lebih dari 10 rumah sakit, sementara Palangka Raya punya sekitar 7. Belum termasuk klinik swasta. Sedangkan di Kotim, kita masih mengandalkan satu rumah sakit besar,” ungkapnya.
Ia menilai situasi ini turut berdampak pada pelayanan kepada masyarakat. Keterbatasan fasilitas membuat RSUD harus menanggung beban pasien yang besar, yang pada akhirnya berisiko menurunkan kualitas layanan dan membuat tenaga medis cepat kelelahan.
Sebagai solusi, Zainuddin mendorong pemerintah daerah membuka ruang bagi investasi swasta di sektor kesehatan. Ia yakin kehadiran rumah sakit swasta dapat menjadi alternatif pelayanan dan tempat kerja bagi dokter.
“Kalau ada rumah sakit swasta, dokter punya pilihan, masyarakat juga punya akses layanan yang lebih baik. Ini bisa meningkatkan kualitas kesehatan di daerah kita,” tandasnya. (nardi)












