Ketika Jerman Membawa Alam Semesta ke

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Plt Sekda Leonard S. Ampung bersama Ketua TP PKK Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran memotong pita sebagai tanda dibukanya Pameran Sains Interaktif di Museum Balanga, , Jumat, 9 April 2025.

– Langit pagi itu bersih. Sinar matahari menembus jendela tinggi Aula Museum Balanga, menyinari sekelompok pengunjung muda yang berdiri terpukau di depan layar interaktif raksasa.

Di balik teknologi yang menyala, terbentang narasi besar tentang Alam Semesta, Otak Manusia, dan Kecerdasan Buatan, semuanya dirangkum dalam satu nama: Universum.

Jumat pagi, 9 April 2025, kota kecil yang tenang di jantung Kalimantan itu resmi menjadi tuan rumah bagi sebuah langka: Pameran Sains Interaktif Penelitian Mutakhir Jerman, yang menghadirkan pengalaman mendalam seputar ilmu pengetahuan masa kini.

Dari teori Big Bang hingga kecerdasan buatan, dari neuron manusia hingga aktivitas harian yang sarat algoritma, semua dipaparkan dengan teknologi canggih dan narasi yang menggugah.

“Ini bukan sekadar pameran. Ini adalah jendela masa depan,” ujar Leonard S. Ampung, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah , usai memotong pita bersama Ketua TP PKK Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran.

Dalam pidatonya, Leonard membacakan sambutan Gubernur Kalteng yang menekankan pentingnya ini dalam mendorong peningkatan sumber daya manusia di provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai.

Ia menyebut Jerman sebagai mitra strategis dengan jejaring pendidikan global yang dapat membuka akses bagi pelajar dan peneliti muda Kalimantan.

Pameran Universum-Mensch-Intelligenz menghadirkan lima tema besar: Alam Semesta, Sejarah Manusia, Otak, Aktivitas Manusia, dan Kecerdasan Buatan.

Di ruang khusus bertajuk “immersive”, pengunjung disuguhi pengalaman multisensori: flora dan fauna khas Kalimantan seolah hidup kembali dalam lanskap digital yang diproyeksikan di sekeliling ruangan.

“Pengunjung bukan sekadar melihat, tapi masuk ke dalam dunia itu,” ujar Leonard dengan nada antusias.

Pameran ini juga dirangkaikan dengan peluncuran Ruang Imersif Museum Balanga dan pembukaan Festival Betang Juara (Festara) 2025, sebuah perayaan budaya dan teknologi yang bertujuan menjembatani tradisi dan inovasi.

baca juga ...  Catat Sejarah! Kalteng Jadi Tuan Rumah Rapimpurnas KNPI 2025

Video sambutan dari Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, Ina Lepel, membuka sesi .

Hadir pula jajaran perwakilan Goethe-Institut Indonesia yang menjadi mitra utama kegiatan ini, termasuk Ulrike Drisner dan Antje Nehls, yang menyampaikan pentingnya diplomasi budaya lewat ilmu pengetahuan.

“Ilmu pengetahuan tidak mengenal batas negara. Ia tumbuh di tempat di mana rasa ingin tahu dan keterbukaan bertemu,” ujar Drisner.

Pameran akan berlangsung hingga 30 Juni mendatang, memberi waktu bagi ribuan pelajar, guru, peneliti, dan masyarakat umum untuk menyelami semesta yang luas, tanpa harus meninggalkan tanah mereka.

Di satu sudut aula, seorang anak kecil berdiri ternganga di depan simulasi tata surya yang berputar. Ia menunjuk ke planet Jupiter dan berkata pada ibunya: “Bu, aku ingin ke sana.” Mungkin tidak hari ini. Tapi benihnya telah tumbuh.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!