SUKAMARA – Wakil Bupati Sukamara, Nur Effendi harapkan literasi dan inklusi keuangan bisa menyentuh generasi muda khususnya pelajar di pedesaan yang ada di Bumi Gawi Barinjam. Hal itu diungkapkannya saat membuka rapat koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dengan pembahasan penetapan usulan potensi desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) tahun 2025 di Aula Kantor Bupati Sukamara, Selasa 27 Mei 2025
“Saya harapkan literasi dan inklusi keuangan juga bisa menyentuh pelajar yang ada di wilayah pedesaan,” kata Nur Effendi.
Nur Effendi menjelaskan jika pengenalan lembaga jasa keuangan sejak dini dengan membangun pendidikan karakter budaya menabung sejak dini bagi pelajar merupakan salah satu langkah awal dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang tangguh dalam menghadapi kemajuan jaman dan tekhnologi.
“Mari kita bangun lingkungan dan generasi penerus yang sadar betapa pentingnya literasi dan inklusi keuangan sejak dini,” tegas Nur Effendi.
Menurut Nur Effendi dengan terbangunnya pengetahuan terkait dengan lembaga jasa keuangan sejak dini akan memperkuat generasi muda dalam menghadapi tantangan jaman dalam hal perubahan perekonomian.
Pemerintah daerah berkolaborasi dengan lembaga Jasa Keuangan untuk meningkatkan perekonomian di desa dengan menggali potensi daerah dari berbagai sektor dan mempermudah akses pembiayaan, penjaminan, digitalisasi, peningkatan SDM serta sinergi dengan berbagai pihak.
“Saya berharap dengan adanya program desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan kemudahan untuk mendapatkan akses pembiayaan juga akses menabung sebagai bentuk investasi,” tukas Nur Effendi. (enn)












