Anggaran Pembangunan PJU Jalan Pemuda-Pramuka Sampit Capai Rp2,7 Miliar, Halikinnor: Harus Dijaga Jangan Sampai Jadi Pasar

NARDI/BERITASAMPIT - Peninjauan pembangunan PJU Pemuda Pramuka Sampit.

SAMPIT – Bupati Kotim Halikinnor bersama rombongan meninjau pembangunan penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Pemuda-Pramuka, Rabu 4 Juni 2025. Proyek yang mulai dikerjakan sejak 21 Mei hingga 15 Oktober 2025 itu menelan anggaran sebesar Rp2,7 miliar.

Halikinnor mengatakan pembangunan PJU tersebut untuk menjawab keluhan masyarakat selama ini yang menganggap kawasan tersebut gelap dan rawan tindak kriminalitas.

“Dengan adanya PJU ini, saya berharap masyarakat lebih mudah dan merasa aman saat melintas, apalagi selama ini sering dikeluhkan gelap dan rawan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan lampu jalan dapat menurunkan risiko kecelakaan lalu lintas begitu pula aksi .

“Harapan kami, dengan penerangan yang baik, jalan ini tidak hanya aman dari tindak tetapi juga bisa menekan angka kecelakaan,” tambahnya.

Menurut Halikinnor, fasilitas penerangan tersebut adalah aset daerah yang dibangun dari pajak masyarakat dan harus dijaga bersama.

“Ini dibangun dari uang rakyat. Maka saya minta tolong dijaga, jangan sampai dirusak, supaya awet dan terus bisa dinikmati,” tegasnya.

Selain pembangunan di Jalan Pemuda-Pramuka, sejumlah titik PJU lainnya di wilayah Baamang dan Mentawa Baru Ketapang juga mendapatkan perawatan dan pergantian lampu yang padam. “Yang padam kita ganti, jadi semua titik bisa terang,” jelasnya.

Namun demikian, Halikinnor mengingatkan agar jangan sampai karena jalan menjadi terang, justru dimanfaatkan menjadi pasar tempat jualan ikan, ayam barang-barang basah.

“Jangan sampai karena terang lalu jadi tempat pasar pinggir jalan. Itu nanti kita tertibkan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa ke depan kawasan tersebut akan ditata sebagai ruang publik ramah pejalan kaki.

“Nanti akan kita tata. Ada jogging track, bangku-bangku, tapi tidak boleh untuk jualan. Itu khusus untuk warga yang ingin berolahraga atau bersantai,” pungkasnya. (nardi)

baca juga ...  Tradisi Mandi Safar, BKSDA Ingatkan Ancaman Buaya Sungai Mentaya
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!