Kalteng Genjot Program Cetak Sawah Rakyat, 85 Ribu Hektare untuk Kedaulatan Pangan

IST/BERITASAMPIT - Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran menanam padi dalam Gerakan Tanam Padi Serentak di Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu, 23 April 2025.

– Dalam 100 hari pertama masa kerja Gubernur H. Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, Pemerintah (Pemprov) Provinsi (Kalteng) menargetkan pembukaan lahan pertanian seluas 85.740 hektare melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR).

Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi nyata Kalteng dalam mendukung program Lumbung Pangan dan mewujudkan kedaulatan pangan dari daerah.

Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Leonard S. Ampung, dalam konferensi pers capaian 100 hari kerja di Istana Isen Mulang, Senin, 2 Juni 2025, menjelaskan bahwa program CSR menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam sektor ketahanan pangan.

“Hingga akhir Mei 2025, dari total target pembukaan lahan 85.740 hektare, sebanyak 6.703,62 hektare telah terealisasi. Sementara kontrak pembukaan lahan telah disepakati untuk 70.635,27 hektare, dan progres ini akan terus dipercepat,” ujar Leonard.

Program CSR diarahkan untuk memanfaatkan lahan-lahan tidur, termasuk eks lahan gambut yang telah direklamasi secara ekologis. Sasaran utama adalah peningkatan produksi beras dalam negeri dan pengurangan ketergantungan terhadap pangan impor.

“Kami ingin petani lokal menjadi ujung tombak dalam mewujudkan kemandirian pangan. Melalui CSR, mereka difasilitasi mulai dari pembukaan lahan, penyediaan benih, pelatihan teknis, hingga pendampingan distribusi hasil panen,” kata Leonard.

Program ini juga memberikan insentif dan subsidi input pertanian seperti pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan), guna meningkatkan produktivitas lahan yang baru dibuka.

Untuk melengkapi ekosistem pertanian modern, juga telah membangun Apartemen Ayam berkapasitas 30.000 ekor sebagai sarana produksi protein hewani terintegrasi.

Selain itu, Smart Green House telah dioperasikan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi, sebagai pusat inovasi dan pertanian presisi.

baca juga ...  Peringati Hari Lahir Pancasila, PDI Perjuangan Kalteng Kobarkan Semangat Persatuan dan Gotong Royong

“Dukungan pascapanen juga disiapkan, salah satunya melalui pengadaan Vertical Dryer berkapasitas 10 ton per proses di fasilitas Rice Milling Plant (RMP) dan Rice to Rice (RTR),” jelas Leonard.

Letak geografis Kalteng yang dekat dengan kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menjadikan provinsi ini strategis sebagai daerah penyangga pangan.

Cetak sawah rakyat diyakini akan memperkuat posisi Kalteng sebagai tulang punggung ketahanan pangan Kalimantan dan .

“Kalteng memiliki potensi lahan luas dan semangat petani yang luar biasa. Jika dikelola dengan tepat, Kalteng bisa menjadi pusat pangan masa depan Indonesia,” ujar Leonard.

Program CSR juga disinergikan dengan Koperasi Merah Putih sebagai lembaga ekonomi yang berperan dalam penyerapan dan distribusi hasil panen.

Selain itu, dan pelatihan petani muda difasilitasi melalui konsep Sekolah Rakyat, agar generasi baru bisa ikut andil dalam revolusi hijau Kalteng.

“Pangan bukan hanya soal produksi, tapi juga distribusi, nilai tambah, dan regenerasi petani. Semua itu sedang kami siapkan secara sistematis,” pungkas Leonard.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!