PALANGKA RAYA – Jimmy Carter resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) demi mengikuti Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Barito Utara.
Ia mengaku akan memanfaatkan nama besar Nadalsyah atau yang akrab disapa Koyem, mantan Bupati Barito Utara dua periode, sebagai kekuatan politik dalam pencalonannya bersama Indriaty Karawaheni.
Pengumuman pengunduran diri Jimmy disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-6 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025 DPRD Kalteng yang digelar di Ruang Rapat Paripurna, Palangka Raya, Selasa sore, 3 Juni 2025.
“Ada harapan dari masyarakat yang dititipkan kepada saya. Makanya saya rela meninggalkan DPRD Provinsi untuk bisa melanjutkan pembangunan yang sudah baik agar Barito Utara terus maju,” ujar Jimmy usai rapat paripurna.
Politikus Partai Demokrat tersebut menyatakan keputusannya maju dalam PSU merupakan bagian dari penugasan partai. Ia menyebutkan bahwa keputusan itu juga telah melalui diskusi mendalam bersama keluarga.
“Dari keluarga, kita sudah diskusi. Keluarga siap dan merestui saya untuk maju di PSU Barito Utara. Alhamdulillah seluruh keluarga mendukung, dan saya juga melihat banyak pendukung saya saat Pileg 2024 mendorong saya maju lagi,” tambahnya.
Terkait status keabsahan pencalonannya, Jimmy menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang sempat menimbulkan perdebatan soal keterlibatan anggota DPRD dalam pilkada.
Menurutnya, keputusan MK pada 21 Maret 2025 yang melarang caleg terpilih maju di pilkada tidak berlaku untuk anggota DPRD yang sudah resmi dilantik.
“Bahasanya kan caleg terpilih, bukan anggota DPRD. Sedangkan saya sudah resmi menjadi anggota DPRD, jadi alhamdulillah bisa maju. Apalagi setelah rapat pleno KPU RI, mereka menyatakan bahwa anggota DPRD kabupaten/kota dan provinsi boleh maju,” jelasnya.
Jimmy pun menyampaikan pesan khusus kepada Fraksi Partai Demokrat di DPRD Kalteng agar terus menjalankan amanah rakyat.
“Jalankan amanah yang dititipkan oleh masyarakat di pundak kalian. Harapan masyarakat dari dapil masing-masing harus bisa diwujudkan,” ujarnya.
Saat ditanya soal peluang menang, Jimmy optimistis. Ia mengakui nama besar Nadalsyah masih kuat di tengah masyarakat Barito Utara, dan akan menjadi faktor penting dalam strategi pemenangan.
“Pasti (nama Koyem mempengaruhi). Nama Pak Koyem masih melekat di masyarakat Barito Utara. Kami satu partai, dan beliau nantinya juga akan turun langsung ke lapangan untuk memenangkan PSU Pilkada Barut,” tegasnya.
(Sya'ban)












