Dorong Hilirisasi SDA, Investasi Kalteng Menguat di Awal 2025

IST/BERITASAMPIT - Ilustrasi investasi, di Kalteng realisasi investasi pada triwulan pertama tahun 2025 menembus angka Rp7,16 triliun.

– Pemerintah Provinsi (Pemprov) (Kalteng) terus menunjukkan keseriusannya dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah berbasis pemanfaatan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan.

Salah satu buktinya adalah capaian realisasi investasi pada triwulan pertama tahun 2025 yang menembus angka Rp7,16 triliun.

Capaian ini bukan hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kalteng, tetapi juga menjadi sinyal kuatnya arah pembangunan provinsi yang menitikberatkan pada hilirisasi sumber daya alam.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalteng, Sutoyo, menjelaskan bahwa sektor-sektor berbasis alam seperti pertambangan, perkebunan, dan industri makanan masih menjadi magnet utama investasi, sekaligus pondasi dalam transformasi ekonomi Kalteng.

“Realisasi investasi ini tidak hanya berbicara soal angka, tapi lebih jauh tentang bagaimana potensi daerah dikelola menjadi kekuatan ekonomi yang riil dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Sutoyo dalam keterangan, Rabu, 11 Juni 2025.

Ia menyebut, sektor pertambangan masih menjadi penyumbang investasi terbesar, mencapai Rp2,72 triliun. Disusul sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan dengan Rp2,59 triliun, serta industri makanan yang mencapai hampir Rp1 triliun. Ketiga sektor ini menjadi fokus utama karena dinilai memiliki nilai tambah besar jika dikelola melalui pendekatan hilirisasi.

Pemerintah daerah, lanjut Sutoyo, tak hanya mendorong investasi masuk, tetapi juga mengarahkan agar investasi tersebut menciptakan aktivitas ekonomi baru yang berkelanjutan, membuka lapangan kerja, dan menumbuhkan industri lokal.

Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Gubernur H. Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo yang menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama melalui semangat “manggatang utus”.

“Pendekatannya tidak lagi ekstraktif, melainkan transformatif. Kita ingin sumber daya alam diolah di daerah, bukan sekadar dikirim mentah. Ini yang sedang dibangun melalui hilirisasi berbasis ekonomi hijau dan biru,” tegasnya.

baca juga ...  Bantuan Pangan dari Bapanas untuk 98.161 KPM di Kalteng Sudah Tersalurkan 90 Persen

Target realisasi investasi tahun ini dipatok sebesar Rp25,93 triliun oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Dengan capaian triwulan pertama sebesar Rp7,16 triliun, Kalteng menunjukkan tren positif yang memberi optimisme terhadap tercapainya target tersebut.

Lebih dari itu, pertumbuhan investasi juga diharapkan memperkuat ketahanan ekonomi daerah, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong kualitas pendidikan dan layanan .

Investasi yang masuk, menurut Sutoyo, pada akhirnya akan menciptakan siklus ekonomi yang lebih sehat dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Investasi adalah jembatan menuju kesejahteraan. Saat lapangan kerja terbuka, daya beli naik, anak-anak sekolah dengan tenang, layanan membaik—itulah dampak sesungguhnya yang kita kejar,” pungkasnya.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!